“Saya memang dari dulu diajari minum jamu. Terutama kan untuk meringankan nyeri haid. Lagi pula jamu kan baik untuk menghilangkan bau badan,” kata sang putri yang sedang bersiap mengikuti lomba Miss World di China November hingga Desember mendatang itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maria mengenal jamu sejak usia SD dari ibunda dan neneknya. “Eyang sama mama yang mengajarkan, pernah yang jamu bubuk dan diseduh air panas. Tapi kadang eyang juga suka bikin dan dikirim ke rumah,” kata Maria.
Tak hanya jamu yang diminum, mahasiswa S2 di perguruan tinggi negeri ini juga suka menggunakan rempah untuk luluran. “Paling suka lulur kuning yang dicampur dengan sedikit susu dan air,” katanya.
Rencananya produk jamu-jamuan ini jadi sebagian dari apa yang akan diperkenalkannya tentang Indonesia pada ajang Miss World mendatang. Selain itu secara khusus dalam ajang Dance of The World yang menjadi bagian dari pemilihan Miss World, Maria akan membawakan tari Tor-tor dari Sumatera Utara.
Dia juga akan memperkenalkan batik, tenun, kebaya yang pasti akan dipakai dalam setiap kegiatan di sana.
“Untuk perhiasan saya akan banyak menggunakan perak dengan desain karakter Indonesia,” kata Maria. “Dan tentunya saya juga akan mengenakan berberapa perhiasan batu-batuan mulia yang khas Indonesia.”
(utw/utw)