Sebuah wilayah 'anti-selfie' akan segera dibuat pada festival besar agama Hindu karena muncul kekhawatiran. Dengan adanya orang-orang yang mengambil selfie, akan menimbulkan kerumunan yang dorong-dorongan dan membuat kekacauan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyelenggara acara tersebut melakukan sebuah studi yang menunjukkan bahwa pengambilan selfie dapat menyebabkan aliran pengunjung yang datang menjadi terhambat, dan akan mengakibatkan antrean yang sangat panjang, memicu adanya aksi dorong-mendorong serta rasa panik.
Papan larangan “anti-selfie" pun dapat dilihat di sekitar wilayah festival di Maharashtra.
Festival tersebut dilaksanakan tiga tahun sekali. Dimulai pada pertengahan Juli dan berjalan hingga September.
Keputusan ini, melibatkan sebuah studi yang dilakukan 100 sukarelawan dari grup Kumbhathon, kemudian bekerjasama dengan pihak otoritas untuk mengawasi festival tersebut.
"Sejak 13 Juli, sukarelawan kami sudah berada di lapangan untuk mengumpulkan data yang menunjukkan bahwa banyak orang-orang yang melakukan selfie, bahkan, sampai mendaki wilayah berbahaya untuk berfoto," kata CEO Kumbhathon, Sandip Shinde, kepada Indian Express.
Salah seorang pejabat lokal, Pravin Gedam, mengatakan kepada surat harian itu bahwa pengambilan selfie hanya akan dilarang ketika festival itu sedang berjalan, agar tidak merusak suasana festival.
(mer)