Milan Milic (30) penemu bra tersebut mengklaim, perangkat ciptaannya tersebut dapat memperbesar payudara dan membuat jarak payudara menjadi lebih dekat hanya dalam waktu tujuh hari.
Menurut lelaki asal Serbia tersebut, jika bra menakjubkan tersebut melewati tahap uji klinis yang ketat, maka benda itu dapat membantu jutaan perempuan di seluruh dunia untuk mendapat belahan dada yang lebih panjang tanpa melakukan operasi pembesaran payudara yang menyakitkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekarang, dia membawa perangkat yang dinamainya dengan E bra ke AS. Dua perempuan AS telah menjadi orang pertama yang mencobanya di luar Eropa. Bra yang baru saja dipatenkan itu sudah diuji pada beberapa perempuan di Eropa dengan hasil yang mencengangkan. Tes di AS pun terbukti cukup sukses.
Ahli bedah plastik Micahel Salzheaur, yang secara independen melakukan uji coba bra, dengan cermat mengukur dan mengambil foto-foto uji coba Sabrina Molinar, dan menegaskan bahwa ukuran payudara Sabrina meningkat setelah memakai bra itu.
Sabrina mengatakan, “Ukuran (bra) saya adalah 36B sebelumnya, tapi sekarang rasanya saya lebih merasa nyaman dengan cup C, meskipun saya belum membeli bra baru. Salah satu payudara saya lebih kecil dari yang lainnya.”
Untuk orang-orang yang skeptis jika bra tersebut dapat membuat perubahan fisik pada payudara, Sabrina menegaskan, peningkatkan ukuran payudaranya tidak ada hubungannya dengan siklus menstruasi bulanan atau berat badannya. “Semua karena bra tersebut,” ujarnya.
(win/mer)