"Jangan dianggap remeh, interaksi yang terjadi antara ibu dan anak ketika sedang menyusui sangatlah penting," ujar Ahmad Suryawan, Ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja, Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. Soetomo/FK Unair Surabaya, saat ditemui dalam acara temu media di Jakarta, Jumat (11/9).
Ia menjelaskan, ketika seorang ibu menyusui anaknya, anak itu secara otomatis akan melihat muka ibunya, yang akan memberikan keuntungan pada sisi emosional antara anak dan ibu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu, ketika sang anak sedang disusui oleh ibunya, anak itu juga akan mencium bau dari ibunya. Hal ini dilihat sebagai hal yang akan memberikan dampak baik terhadap stimulasi anak.
Ahmad mengatakan, walaupun nutrisi ASI sangat penting, namun faktor psikologi yang terjadi di dalam interaksi antara sang anak dan ibunya juga tidak kalah penting.
"Selain dapat nutrisi dari ASI ibunya, anak itu akan mendapatkan stimulasi dari interaksi yang terjadi antara sang ibu dan sang anak," tutur Ahmad.
Namun, terdapat anak-anak yang kurang beruntung karena beberapa ibu tidak bisa memberikan ASI kepada anaknya.
Menurut Ahmad, hal ini dapat diatasi dengan memberikan susu formula, namun juga diperhatikan interaksi antara sang ibu dan anaknya, agar stimulasi tetap terjaga.
"Ya enggak apa-apa kasih anak susu formula, tapi stimulasinya harus tetap dijaga," katanya menjelaskan. "Tapi tetaplah anak yang minum ASI itu the best."
(mer)