Mengenal Kanker Limfoma, Saingan Kanker Payudara dan Paru

Tri Wahyuni, CNN Indonesia | Selasa, 15/09/2015 15:21 WIB
Mengenal Kanker Limfoma, Saingan Kanker Payudara dan Paru Ilus
Jakarta, CNN Indonesia -- Hari ini, 15 September ditetapkan sebagai Peringatan Hari Limfoma Sedunia. Limfoma merupakan salah satu jenis kanker yang menyerang manusia. Di Indonesia, kanker limfoma masuk ke dalam enam kanker yang paling banyak ditemukan.

Berdasarkan data dari Globocan tahun 2012, setiap 90 detik, satu orang di dunia dinyatakan terdiagnosis kanker limfoma. Hal ini berarti ada 400 ribu orang yang menderita kanker limfoma setiap tahunnya.

Masih dari data yang sama, umumnya kanker limfoma menyerang laki-laki dan perempuan yang berusia 65-74 tahun. Kendati mungkin juga kanker ini menyerang anak-anak maupun remaja.


Dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan hematologi-onkologi medik Andhika Rachman mengatakan, kasus penyakit kanker kelanjar getah bening di Amerika juga cukup tinggi. Jumlahnya sekitar 60 ribu kasus per tahun, bersaing dengan kanker payudara dan paru-paru.

Kanker limfoma atau yang dimaksud dengan kanker getah bening adalah jenis kanker yang berawal dari sel-sel tang disebut limfosit. Sel ini merupakan salah satu bagian dari sistem kekebalan tubuh.

Andhika mengatakan kanker kelenjar getah bening dibagi menjadi dua jenis utama. Yang pertama adalah kanker kelenjar getah bening tipe Hodgkin dan yang kedua adalah kanker kelenjar getah bening tipe non-Hodgkin.

Kanker kelenjar getah bening Hodgkin berawal dari nodus-nodus limfa, yaitu komponen dari sistem limfatik yang menyaring partikel asing dan berisi sel darah putih. Nodus limfa ini terletak pada tubuh bagian atas seperti dada, leher, atau bagian dalam lengan.

"Kanker kelenjar getah bening Hodgkin ini satu-satunya kanker yang dokter bisa bilang sembuh sepenuhnya," kata Andhika saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta, Selasa (15/9).

Kanker ini umumnya menyebar secara bertahap melalui pembuluh-pembuluh getah bening. Dalam tahap lebih lanjut kanker kelenjar getah bening dapat menyebar melalui aliran darah dan menyebar ke organ lain, seperti paru-paru, hati, dan sumsum tulang belakang.

Sementara itu, kanker kelenjar getah bening non-Hodgkin merupakan salah satu jenis kanker yang menyerang sel darah putih yang disebut limfosit.

Kanker kelenjar getah bening non-Hodgkin dikelompokkan lagi menjadi dua jenis, berdasarkan kecepatan pertumbuhan sel kankernya. Ada yang non agresif, ada yang agresif.

Kanker kelenjar getah bening non agresif disebut juga kanker kelenjar getah bening malas atau tingkat rendah. Kanker jenis ini cenderung tumbuh dan menyebar dengan lambat dan tidak menimbulkan banyak gejala. Tapi, jika dibiarkan, semakin lama kanker jenis ini bisa berkembang menjadi kanker kelenjar getah bening yang agresif.

Jenis kanker getah bening non agresif adalah limfoma follicular dan waldenstrom macroglobulinemia.

Sebaliknya, kanker kelenjar getah bening agresif cenderung tumbuh dan menyebar dengan cepat serta menimbulkan banyak gejala. Yang termasuk kanker getah bening agresif, kata Andhika, adalah limfoma jenis sel besar dan limfoma burkitt.

"Burkitt yang cukup ganas, tapi survivalnya juga cukup banyak," ujar Andhika.



(mer)