"Limfoma itu tidak akan hilang dengan operasi. Misalnya tujuan operasinya untuk diangkat membersihkan semua sel kankernya. Tidak bisa," kata Andhika saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta, Selasa (15/9).
Ia menjelaskan dalam waktu satu atau dua minggu setelah pengangkatan sel kanker itu akan tumbuh lagi. Andhika berkata, jika ingin melakukan operasi harus dipertimbangkan angka kesakitan pasien terlebih dahulu, lebih banyak manfaat atau kerugiannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu baru boleh dioperasi. Kalau mengangkat sel kanker untuk penyelamatan, dibenarkan. Tapi kalau untuk dibersihkan tidak," ujarnya.
Ia tidak menganjurkan operasi karena tidak menyelesaikan masalah dan biayanya teramat besar.
Selain kemoterapi, terapi radiasi juga bisa diberikan kepada penderita kanker limfoma. Terapi radiasi sering juga disebut sebagai radioterapi. Terapi ini menggunakan mesin berenergi tinggi seperti sinar X untuk membunuh sel kanker dan memperkecil tumor.
"Kanker limfoma cuma sensitif dengan kemoterapi dan radiasi, bukan operasi," kata Andhika menegaskan.
Di luar beberapa pengobatan yang dianjurkan oleh dokter Andhika, ada juga pengobatan lainnya yang bisa ditempuh pasien dengan kanker limfoma. National Cancer Institute, New York menyebutkan penderita kanker limfoma bisa menjalani terapi target dan transplantasi sel punca.
Terapi target sering juga disebut dengan agen biologis. Terapi ini disarankan kepada pasien yang mengidap kanker limfoma non-Hodgkin dengan membantu sistem kekebalan tubuh untuk melawan sel kanker.
Antibodi monoklonal yang digunakan dalam terapi ini berbentuk protein yang diciptakan untuk mengikat sel kanker kelenjar getah bening yang diberikan melalui pembuluh darah.
Ada juga transplantasi sel punca (sel induk). Cara ini merupakan suatu prosesur menggunakan kemoterapi atau radiasi dosis tinggi dengan tujuan untuk membunuh sel-sel kanker kelenjar getah bening yang tidak bisa dimusnahkan dengan dosis standar.
Kemudian, sel-sel induk yang sehat dari pasien atau dari sel punca orang lain disuntikkan ke dalam tubuh. Nantinya sel itu pun membentuk darah sehat yang baru.
(mer)