Dokter spesialis penyakit dalam dan jantung Djoko Maryono mengatakan penggunaan fitostrerol sama sekali tidak menimbulkan efek samping jika dibandingkan dengan obat kolesterol lainnya.
"Kalau obat yang mengandung bahan kimia menyebabkan kerusakan fungsi ginjal, kerusakan otak, dan kerusakan otot. Kalau minum obat juga harus dimonitor dengan baik. Kalau konsumsi fitosterol tidak memerlukan monitoring efek samping," kata Djoko saat ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu (16/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fitosterol merupakan bahan alami yang biasanya terdapat pada tumbuh-tumbuhan. Salah satu tumbuhan yang mengandung fitosterol adalah pohon pinus. Pada tumbuhan, fitosterol berfungsi untuk membantu tumbuhan beradaptasi dengan temperatur lingkungan.
Pada manusia, fitosterol bisa membantu membuang kolesterol jahat keluar dari tubuh. Fitosterol memiliki rantai terbuka yang bisa mengikat kolesterol jahat dan membawanya keluar dari pembuluh darah.
"Mekanisme mengurangi penyerapan kolesterol di tubuh sehingga bersifat antioksidan," ujar Djoko.
Pohon pinus bukan satu-satunya tumbuhan yang mengandung fitosterol. Kata Djoko minyak kelapa juga mengandung bahan berkhasiat ini.
"Minyak kelapa tidak mengandung kolesterol justru mengandung kolesterol yang baik seperti fitosterol. Tapi kalau sudah dipakai berkali-kali berubah jadi kolesterol jahat," kata dia.
Pada sayuran, fitosterol terdapat pada beet root, bawang, wortel, kubis, kembang kol, dan ubi rambat. Pada jenis kacang-kacangan, fitosterol terdapat pada almond, walnut, kenari, kemiri, dan mete.
Sedangkan pada buah, fitosterol terdapat pada jeruk, pisang, apel, ceri, dan juga buah persik.
Selain menurunkan kolesterol, fitosteron juga bisa menjadi obat anti kanker, memperbaiki daya tahan tubuh, mengurangi risiko penyakit prostat, dan mencegah inflamasi.
(mer)