Akhir Pekan @Museum Nasional menyajikan drama yang berlatarbelakang kisah dari satu atau dua koleksi di Museum Nasional Indonesia.
"Ini seperti menghidupkan kembali koleksi museum," ujar Kepala Museum Nasional Indonesia Intan Mardiana di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Minggu (20/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia membandingkan dengan Museum Louvre di Paris yang mampu menggaet 10 juta pengunjung per tahunnya. Sementara Indonesia, baru dapat menggaet 10 juta per tahun dari 365 museum yang ada di Indonesia hingga tahun 2015.
Ia mengatakan ingin meningkatkan daya tarik museum melalui acara Akhir Pekan @Museum Nasional untuk mengimbangi keberadaan pusat perbelanjaan di Indonesia yang semakin menjamur.
"Kami menargetkan 300 ribu pengunjung akhir tahun 2015," ucapnya.
Kembalinya Akhir Pekan @Museum Nasional turut diapresiasi pendiri Teater Koma Ratna Riantriano. Ia mengaku mendapatkan roh yang berbeda melalui pementasan di Museum Nasional.
Menurutnya, Akhir Pekan @Museum membuat anak-anak termasuk pelaku peran dapat berinteraksi langsung dengan koleksi museum. Ia pun mengatakan hal ini merubah gambaran museum yang menyeramkan dari pikiran anak-anak.
"Image-nya berbeda. Anak-anak jadi asik karena mereka disuguhkan dengan koleksi," ucap Ratna.
Hal tersebut dikonfirmasi salah satu pengunjung museum, Ike. Ia mengaku beberapa kali berkunjung ke Museum Nasional untuk menonton pertunjukan Akhir Pekan @Museum.
Ike yang berdomisili di Ciputat ini sering membawa putrinya, Alea (4) ke Museum Nasional. Menurutnya, pertunjukkan Akhir Pekan @Museum Nasional memang menarik dan menambah daya tarik museum.
Ia mengaku mengetahui jadwal pertunjukkan dari sosial media, Facebook. "Dramanya menarik dan gampang dimengerti anak-anak," ucapnya.
(win/win)