Para pembeli harus menghadapi antrian panjang di supermarket untuk membeli bahan-bahan pokok, misalnya tepung jagung dan kertas toilet. Situasi ini diakibatkan oleh kombinasi dari penurunan harga minyak dan buruknya contoh kepemimpinan ekonomi yang membuat negara anggota OPEC tersebut mengalami kekurangan produk kronis.
Dikutip dari Reuters, pemilik hewan menghadapi masalah serupa karena produsen makanan hewan harus memperlambat atau menghentikan operasi karena tingginya mata uang dollar untuk mengimpor bahan baku seperti jagung putih dan kedelai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Jika saya tidak menemukan makanan anjing lebih banyak, saya akan memberinya nasi dan wortel.”
Menurut kepala polisi Francisco Escalona, kepolisian negara bagian Miranda juga menjatah makanan anjing-anjing yang dilatih melindungi petugas dan mengendus senjata serta obat-obatan.
Makanan hewan buatan sendiri yang dibuat dari daging ayam atau sapi tidak menjadi alternatif juga. Sebab, pasokan daging yang terbatas terlalu mahal untuk digunakan sebagai makanan hewan.
Divisi perusahaan makanan hewan Purina di Venezuela, yang dimiliki oleh perusahaan raksasa asal Swiss, Nestle, mengatakan, mereka telah mengurangi varietas produk makanan hewan peliharaan yang mereka tawarkan.
Tujuannya untuk memaksimalkan bahan baku yang langka sehingga mereka bisa terus memasok makanan hewan di pasar.
(win/utw)