Monyet tersebut bernama Naruto. Monyet berusia enam tahun itu tinggal di alam bebas di Cagar Alam Tangkoko, Sulawesi, Indonesia. Naruto mengambil gambar tersebut, dan beberapa foto lain kira-kira empat tahun yang lalu. Dia memakai kamera yang tanpa sengaja ditinggalkan oleh fotografer Inggris, David Slater, kata organisasi perlindungan hak hewan People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) dalam gugatannya.
Yang disebut sebagai Monyet Selfie adalah foto yang dihasilkan dari serangkaian tindakan bertujuan dan sukarela oleh Naruto, tanpa bantuan Slater, ujar aduan yang dilayangkan di Pengadilan Wilayah Amerika Serikat di San Francisco.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Slater mengaku, dia amat kecewa karena tidak dihubungi oleh PETA sebelumnya, dan menyebut dirinya sebagai fotografer satwa liar dengan bayaran kecil yang tengah berjuang mencari nafkah.
“Fokus mereka tampaknya lebih bertujuan untuk membuat saya menjadi seorang penjahat daripada seseorang yang mencintai, menghormati, dan berjuang untuk hewan. Saya bertanya-tanya apa sebenarnya motif di balik serangan kepada saya ini,” ujarnya kepada Reuters.
PETA mengatakan bahwa organisasi tersebut membawa ke ranah hukum atas nama monyet tersebut karena monyet tersebut tidak miliki akses dan kemampuan melakukannya. Pengadilan AS memiliki wilayah hukum sebab penjualan buku tersebut dilakukan di Amerika Serikat.
Kera Jambul Sulawesi adalah spesies langka yang terancam punah, menurut International Union for the Conservation of Nature's Red List of Threatened Species. Antara 4000 sampai 6000 spesies monyet tersebut hidup di Sulawesi.
PETA mengatakan jumlah kera-kera itu sudah berkurang sekitar 90 persen dalam 25 tahun terakhir. Sebagian besar karena perambahan manusia di rumah hutan hujan tropis mereka.
(win/utw)