Berapa Banyak Ukuran Porsi Makan Balita?

Windratie | CNN Indonesia
Senin, 28 Sep 2015 12:32 WIB
Orang tua kerap khawatir jika balita mereka tidak mengonsumsi cukup makan, akhirnya balita dipaksa makan dengan porsi yang lebih besar dari yang dibutuhkan. Ilustrasi anak susah makan. (thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Banyak orang tua khawatir kalau anak mereka tidak cukup mengonsumsi makanan. Banyak pula yang memberi makan anak dengan porsi yang besar, lebih banyak dari yang dibutuhkan anak. Namun, makan dengan porsi lebih banyak dari yang dibutuhkan bisa menyebabkan kelebihan berat badan dan obesitas.

Dilansir dari laman Independent, beberapa negara maju di dunia, menghadapi krisis kesehatan yang berhubungan dengan obesitas. Sekitar 22 persen anak yang baru memulai sekolah di Inggris mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Ada bukti penelitian mengatakan, meningkatkan porsi makan berdampak pada jumlah makanan yang dikonsumsi oleh orang dewasa dan anak-anak.


Judy More, ahli gizi anak dan anggota dari Infant & Toddler Forum di Inggris mengatakan, makanan di tahun-tahun awal pertumbuhan anak dapat membentuk kebiasaan makan yang memengaruhi kesehatan mereka di kemudian hari. Namun, kadang orang tua merasa khawatir jika anak mereka tidak mendapat asupan makan cukup. Balita akhirnya dipaksa untuk makan dengan porsi yang lebih besar dari yang mereka butuhkan.

Judy mengatakan, balita cenderung banyak mengonsumsi makanan tertentu, dan kurang mengonsumsi makanan yang lain. Dia juga mengatakan, anak yang lebih tinggi dan aktif sebaiknya mengonsumsi makanan dengan porsi lebih lebih besar dari anak-anak yang lebh pendek dan kurang aktif. Berikut adalah beberapa rekomendasi Judy tentang porsi makanan anak berusia satu sampai empat tahun.

Roti, sereal, kentang, dan makanan mengandung tepung lain

Orang tua harus menyediakan makanan ini dengan rentang porsi berikut ini.
Roti: ½ - 1 potong ukuran sedang
Bubur: 5 – 8 sendok makan
Mashed potato: 1 – 4 sendok makan
Pasta (masak): 2 – 5 sendok makan
Nasi (dikukus atau digoreng): 2 -5 sendok makan

Buah dan sayur

Berikan setidaknya satu sampai dua porsi setiap kali makan. Tawarkan juga beberapa makanan ringan.  Buah dan sayur adalah makanan berenergi rendah dengan gizi tinggi, jadi alangkah baik jika balita mengonsumsi dengan porsi yang besar.

Apel: ¼ – ½ apel sedang
Jeruk: 1/2 – 1 buah
Wortel: 1 – 3 sendok makan/ 2 – 6 batang wortel
Kacang polong: ½ – 2 sendok makan

Susu, keju, yoghurt

Porsi makanan ini diberikan sekitar tiga kali setiap hari. Namun, kelebihan makanan ini bisa mengurangi nafsu terhadap makanan yang mengandung zat besi dari kelompok makanan lainnya. Susu harus diberikan dalam cangkir, mug, atau gelas, bukan botol. Susu semi skim dapat digunakan mulai dari usia dua tahun, dan susu skim dari usia lima tahun untuk anak yang sudah makan berbagai jenis makanan.

Susu sapi: 1 gelas susu (100 – 120 mililiter)
Yoghurt: 125 mililiter
Keju parut: 2 – 4 sendok makan (sebagai topping pizza atau untuk roti isi)

Sapi, ikan, telur, kacang

Berikan ukuran porsi makanan ini sekitar 2 – 3 kali per hari. Contohnya ukuran porsi yang diberikan adalah sebagai berikut.

Sosis: ¼ – 1 sosis ukurang sedang
Ikan kaleng tuna, salmon, sarden: ½ – 1 ½  sendok makan
Telur rebus atau goreng:  ½ – 1 telur

Makanan tinggi lemak dan gula

Balita di bawah usia dua tahun kebutuhan energinya lebih rendah. Jadi mereka sebaiknya jangan ditawarkan puding manis, kue, biskuit, kembang gula, cokelat, atau makanan ringan gurih seperti keripik. Jumlah makanan ini harus diberikan bervariasi tergantung pada jenis makanan.

Biskuit buah: 1 -2 biskuit
Jelly: 2 – 4 sendok makan
Mentega: 1 sendoh the (dioles tipis)
Jus buah: (100 – 120 mililiter)

(win/win)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER