Namun, Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kacung Marijan membantah kabar tersebut.
Kacung menjelaskan belum ada daftar heritage Indonesia yang ditolak oleh UNESCO. Ia menjelaskan pada 29 September pemerintah Indonesia justru baru menyerahkan dokumen untuk pengusulan secara sukarela ke UNESCO.
"Tanggal 29 dokumennya baru kami kirim ke Perancis. Itu dokumen Kota Tua Jakarta. Dan kalau UNESCO sudah oke, baru diusulkan (menjadi world heritage) tetap pada akhir Februari 2016. Sekarang belum diusulkan bagaimana bisa ditolak," kata Kacung saat dikonfirmasi CNN Indonesia melalui sambungan telepon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akhir tahun baru disidang dan usai disidang baru tahu bisa atau tidak menjadi nominasi. Dokumen itu diperiksa dahulu layak atau tidak," ujar Kacung.
Berdasarkan data dari UNESCO, selain Kota Tua, ada juga 17 situs lainnya yang sudah mengantre di tentative list World Heritage Site.
Beberapa di antaranya adalah Raja Ampat, Taman Nasional Wakatobi, Trowulan, Sangkuriang, Tana Toraja, dan masih banyak lagi.
Alasan pemilihan Kota Tua sebagai calon nominasi World Heritage dikarenakan dokumen tentang Kota Tua dinilai lebih lengkap dibandingkan situs lainnya.
Kalau soal keindahan dan sejarah, situs yang lain memang bisa dibilang lebih indah, tapi dinilai belum siap.
"Dokumen paling lengkap Kota Tua, kami menilai yang lebih siap Kota Tua daripada Sawahlunto misalnya," ujar Kacung.
Saat ini Indonesia baru mempunyai delapan World Heritage Sites yang sudah diakui oleh UNESCO, antara lain Candi Borobudur, Candi Prambanan, situs arkeologi Sangiran, sistem irigasi Subak, Pulau Komodo, Taman Nasional Ujung Kulon, Lorentz National Park, dan hutan hujan tropis di Sumatera.
(utw/utw)