Entah apa dasar Galen berkata demikian. Karena faktanya perasaan melankolis setelah bercinta bukan perkara jarang terjadi pada wanita seperti yang dipikirkan sebagian orang.
Ahli medis masa kini menyebut kondisi ini sebagai Post-coital Dysphoria (PCD). Sebuah penelitian kesehatan seksual malah menyebutkan hampir separuh dari populasi perempuan yang diteliti atau 46 persen, menyatakan pernah mengalami PCD.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut disebutkan lebih dari lima persen dari 230 responden penelitian yang dilakukan secara online itu menyebutkan gejala PCD terjadi beberapa kali dalam empat minggu terakhir.
Namun tampaknya penelitian itu tidak menemukan hubungan antaa PCD dengan keintiman dalam hubungan.
Karakter kondisinya di antaranya adalah perasaan ingin menangis hingga menangis, kecemasan, perasaan bergejolak, perasaan melankolis atau depresi, hingga perasaan ingin menyerang.
Sementara dalam penelitian lain yang dilakukan di Australia dan dipublikasikan di International Journal of Sexual Health pada 2011, disebutkan sepertiga wanita yang diteliti merasakan depresi bahkan setelah mengalami hubungan seks yang memuaskan.
Para peneliti dari Queensland Institute of Technology yang meneliti PCD diawal, berteori bahwa perubahan hormonal yang terjadi selama orgasme, juga bisa memicu rasa sakit kepala pasca hubungan seksual.
Peneliti kepala Dr. Robert Schweitzer dari QUT’s School of Psychology and Counseling, mengatakan temuan itu dibangun diatas penelitian sebelumnya, “yang menyelidiki korelasi antara fungsi-fungsi seksual pada wanita.”
“Hasil dari penelitian kami pada bidang ini telah dikonfirmasi oleh penelitian ilmiah pada jenjang antar negara tentang emosi negatif usai bercinta, yang tampaknya memiliki fungsi evolusi,” kata Schweitzer. (utw/utw)