Gajah Terhindar dari Kepunahan Berkat Gen Penghancur Kanker

Windratie, CNN Indonesia | Jumat, 09/10/2015 13:07 WIB
Gajah Terhindar dari Kepunahan Berkat Gen Penghancur Kanker Ilustrasi gajah. (hbieser/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gajah barangkali telah mengembangkan salinan gen tambahan yang menjaga mereka dari penyakit kanker, sehingga menyelamatkan mereka dari kepunahan.

Gajah memiliki 38 salinan tambahan gen penting yang dikenal sebagai p53 yang membuat sel kanker menghancurkan diri sebelum mereka menjadi berbahaya.

Sementara itu, manusia hanya memiliki dua gen p53. Karena gajah memiliki banyak gen tersebut, mereka jadi jarang terkena kanker, meskipun faktanya mereka adalah makhluk yang sangat besar dan berusia panjang, yang artinya mereka akan mudah terkena kanker.


Joshua Schiffman, ahli onkologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Utah di Amerika Serikat, yang memimpin penelitian mengatakan, “Dengan segala penalaran logis, gajah seharusnya mengembangkan sejumlah besar kanker. Dan seharusnya, hewan tersebut sudah punah saat ini karena risiko kanker yang tinggi.”

“Kami berpikir bahwa kemampuannya menciptakan lebih banyak gen p53 adalah jalan alami menjaga spesies tersebut hidup.” Gen, yang dijuluki sebagai 'penjaga genom', menghasilkan protein yang dapat memicu, baik penyelamatan ataupun pengrusakan, sel yang rusak.

Di satu sisi, p53 diandalkan untuk menyetel ulang dan menyalakan mekanisme perbaikan DNA. Atau, memberi sinyal kepada sel tersebut untuk melakukan bunuh diri. Proses ini dikenal sebagai apoptosis.

Jika p53 melakukan kesalahan, dia dapat menyebabkan seseorang terserang kanker. Seseorang dengan kondisi yang disebut Sindrom Li-Fraumeni hanya memiliki satu salingan p53 yang bekerja, dan risiko terserang kanker lebih dari 90 persen.

Karena gajah memiliki sel seratus kali lebih banyak dari manusia, mereka seharusnya seratus kali lebih mungkin memiliki sel yang tergelincir pada kondisi kanker selama rentang hidup yang panjang 50 sampai 70 tahun.

Namun, analisis yang mendalam tentang kematian gajah menunjukkan bahwa hanya kurang dari lima persen kematian gajah yang disebabkan oleh kanker, dibandingkan dengan manusia yang sampai seperempat jumlah penduduk.


(win/utw)