Seorang fotografer New York, Les Stone, melihat voodoo sebagai sebuah praktik menarik. Dia memotret pengikut voodoo di Haiti selama 25 tahun. Dari sekitar 200 kunjungannya ke sana, Stone menghasilkan gambar-gambar ritual voodoo yang berbeda.
Dia menjelaskan voodoo sebagai sebuah 'paket energi'. Foto-foto Stone dari semua upacara yang dihadirinya menampilkan energi yang sangat kuat. Beberapa bidikan kamera Stone menampilkan foto lembu dan kambing meregang nyawa karena kehabisan darah, para pengikut voodoo mandi di kolam lumpur, serta gaun berlumuran darah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia berkata, “Tidak ada seorang pun yang pernah membuat voodoo menjadi sesuatu yang menarik. Ini adalah paket energi yang besar.”
Permainan genderang, musik, dansa, sejarah ribuan tahun orang Afrika, perbudakan, kolonialisme Eropa, pemberontakan, revolusi, keyakinan, semua ini adalah voodoo. “Voodoo tidak jahat, juga tidak berbeda dari agama-agama lain, dan tidak ada yang salah tentang voodoo, itu adalah agama.”
Haiti setelah rezim Duvalier, presiden Haiti dari 1971 sampai 1986, berubah pesat tapi, dilain pihak, masih tetap sama. “Gereja Protestan memberitahu orang-orang Haiti bahwa mereka adalah penjahat karena memelihara agama dan budaya mereka sendiri,” katanya.
Voodoo adalah agama Afrika Barat kuno yang dipraktikkan oleh lebih dari 30 juta orang di Benin, Togo, dan Ghana. Bentuk berbeda dari agama ini ada di tempat negara lain, seperti Haiti dan Amerika Serikat.
Pengikut voodoo percaya bahwa dunia manusia juga dihuni roh. Mereka meyakini bahwa roh dapat berdampak pada dunia orang-orang yang masih hidup, membawa mereka pada nasib baik atau buruk.
(win)