Dilaporkan oleh Reuters, perusahaan Denmark tersebut telah menjadi pembuat mainan terbesar di dunia dengan penjualan terbesar, menyalip Mattel, perusahaan Amerika Serikat produsen Barbie. Sebagian berkat keterkaitan mainan tersebut dengan film LEGO, termasuk 'The Lego Movie'.
Namun, kesulitan dalam meramalkan permintaan secara akurat berarti juga bahwa beberapa pesanan tidak bisa dipenuhi tepat waktu. “Kami tidak mampu memenuhi semua pesanan yang datang dari pelanggan di sisa tahun ini,” kata juru bicara Roar Trangbaek.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendapatan tersebut melebihi Mattel, perusahaan mainan pembuat Barbie, dan Hasbro, perusahaan pembuat mainan monopoli, yang pendapatannya masing-masing adalah US$ 1,9 miliar atau sekitar Rp 257 triliun, dan US$ 1,5 atau sekitar Rp 203 triliun.
“Kami menjalankan pabrik-pabrik kami dengan kapasitas maksimum. Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk memenuhi permintaan,” kata Trangbaek.
Saat ini LEGO memiliki pabrik di Denmark, Hungaria, Republik Ceko, dan Meksiko.
(win/les)