Bagaimana tidak, Ed dan Dallas menunjukkan rasa cinta dan gairah lewat kecupan mendalam, saat hujan gerimis, berlatar lava panas yang mengalir di sekeliling mereka.
Tak heran bila foto tersebut menjadi pemenang di Kontes Foto Traveler dari Majalah National Geographic.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi, ada kisah romantis di balik foto tersebut. Kepada Huffington Post, Dallas berkisah bahwa ‘api’ yang tertangkap dalam foto adalah perasaan mereka berdua pada saat itu.
“Kami menikah ketika masih sangat muda dan Ed harus bertugas ke Afghanistan, sehingga kami harus berpisah,” kata Dallas.
Kemudian, ketika Ed kembali dari Afghanistan beberapa tahun kemudian, mereka berdua merencanakan liburan yang tidak biasa sekaligus sebuah ekspedisi foto. “Kami memutuskan untuk ke Hawaii dan mendaki gunung api Kalapana di malam hari,” ujar Dallas.
Setelah tiga jam mendaki, mereka menemukan lokasi yang diinginkan. Ironisnya, hujan mulai turun dan cahaya langit meredup. Ketika itu, lava panas mulai bergolak di sekeliling mereka. Ditingkahi rintik hujan dan ‘ledakan’ cahaya yang dihasilkan oleh letupan lava, Ed langsung memeluk Dallas dan memberinya kecupan mendalam.
“Saya pikir ini adalah momen yang hebat dan saya ingin membaginya dengan wanita yang saya cintai,” kata Ed.
Tepat di saat itulah, shutter kamera merekam momen magis tersebut.
“Foto tersebut bukanlah apa yang Ed dan saya pikirkan awalnya, tapi hasilnya jauh lebih baik dari apa yang kita berdua harapkan,” sambung Dallas.
Saat melihat hasilnya, Ed dan Dallas setuju menamai momen mereka sebagai “Lava Kiss” atau ciuman lava, yang kemudian dikenal masyarakat dunia sebagai ciuman paling panas sejagat. (les/les)