Juri program Masterchef, Monica Galetti, mengatakan, perempuan-perempuan muda yang ingin menjadikan dapur sebagai tempat bekerja mereka terpaksa melupakan ambisi menjadi koki profesional. Sebab, profesi chef yang menyita waktu sampai 16 jam sehari, nyatanya tidak sesuai untuk membangun sebuah keluarga.
“Masalahnya adalah, pada titik tertentu perempuan harus memutuskan seberapa mereka menginginkan karier tersebut atau memiliki keluarga dan menghabiskan waktu bersama keluarga,” ujar Galetti, seperti dilaporkan oleh Independent.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Galetti, yang hingga saat ini bekerja di restoran Le Gavroche London mengatakan, “Karier saya menjadi yang nomor dua selama tujuh tahun terakhir. Saya ingin menjadi ibu yang mengurus anak saya sendiri,” kata Galetti yang rencananya akan membuka restoran sendiri tahun depan.
“Kita semua sama. Sekali Anda mengenakan jaket tersebut, Anda adalah seorang koki. Ini bukan tentang gender, melainkan kemampuan memasak,” katanya.
Dalam artikel yang sama, juri Masterchef, Marcus Wareing, menggambarkan disiplin militer dalam kehidupan dapur. “Ketika saya mengenakan baju koki saya, itu adalah seragam saya, dan saya menghormatinya.”
Namun, Wareing mengatakan, jumlah perempuan yang bekerja di restoran terkemuka kian bertambah. Dia memuji tokoh-tokoh perintis, seperti Angela Hartnett, koki Michelin Star yang menjalankan restoran Murano di London.
“Beberapa koki terbaik di perusahaan saya adalah perempuan. Mereka membawa keseimbangan yang luar biasa dan pendekatan cerdas. Satu-satunya koki perempuan yang saya ingat mulai dari muda, yang lulus dari tes waktu, adalah Angela Harnett.”
(win/les)