Seperti dilaporkan Reuters, Menteri Kesehatan Marisol Touraine mengatakan pada Rabu (4/11), diskriminasi terhadap calon pendonor darah atas dasar orientasi seksual merupakan hal yang tidak dapat diterima karena menganggap semua laki-laki homoseksual mengidap virus HIV.
Setelah meninjau sejak 2012, Touraine memilih untuk mencabut pengecualian yang telah diberlakukan sejak 1983 itu. “Mendonorkan darah adalah tindakan murah hati yang tak bisa dikondisikan oleh orientasi seksual,” kata Touraine dalam sebuah pidato yang bertema masalah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Touraine mengatakan, donor darah dari laki-laki homoseksual akan diizinkan mulai musim semi berikutnya dan akan dipantau secara ketat oleh pemerintah.
Laki-laki, yang tidak melakukan hubungan seksual apapun atau yang melakukan beberapa hubungan seksual tapi hanya dengan satu orang laki-laki dalam empat bulan terakhir, akan diizinkan mendonorkan darah,” kata Kementerian Kesehatan Perancis.
April lalu, pengadilan memutuskan bahwa melarang laki-laki homoseksual mendonorkan darah bisa dibenarkan, jika itu benar-benar diperlukan, dan hanya jika tidak ada alternatif untuk mencegah penularan penyakit menular yang parah.
Berdasarkan hukum Uni Eropa, orang-orang yang berisiko tinggi tertular penyakit menular parah akibat perilaku seksual mereka, dapat dilarang secara permanen menjadi pendonor darah.
Badan Administrasi Makanan dan Minuman Amerika Serikat pada 2014 merekomendasikan, agar meringankan larangan bagi pendonor laki-laki homoseksual yang telah abstain berhubungan seks dengan laki-laki lain selama satu tahun sebelum mendonorkan darah. Kebijakan ini mirip dengan undang-undang di Inggris dan Australia.
(win/les)