Keajaiban alam itu muncul setelah Maret 2015 silam, Gurun Atacama ‘dihajar’ hujan deras, banjir, serta longsor yang menewaskan setidaknya 30 orang serta membuat ratusan orang lainnya kehilangan tempat tinggal.
Tragedi berlalu dan musim hujan yang datang menyusul sejak Agustus lalu, mengubah gurun menjadi padang bunga. Di tanah yang dulu kering dan gersang itu, tumbuh ribuan batang bunga mallow atau bunga malva berwarna merah muda, membuat Atacama berubah jadi padang yang begitu romantis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir laman Yahoo Travel, kuncup-kuncup malva mulai bermunculan di bulan April, bertepatan dengan datangnya musim gugur di kawasan Amerika Selatan. Umumnya, bunga tersebut akan gugur dan menghilang setelah berbunga. Namun, hingga kini, padang cantik itu masih bertahan.
Bunga malva di gurun Atacama, Chile (Getty Images/Carlos Aguilar) |
Tak ayal, padang bunga nan romantis ini sekarang jadi destinasi baru di Chile. Setidaknya, terdapat sekitar 20 ribu turis yang menyatakan keinginan mereka untuk datang.
Padang bunga tersebut diprediksi akan terus berbunga selama November.
Adapun, fenomena ajaib tanah gersang menjadi padang bunga hanya terjadi di dua wilayah lain selain Chile, yakni Amerika Serikat dan Australia. (les/les)
Bunga malva di gurun Atacama, Chile (Getty Images/Carlos Aguilar)