"Orang yang sering mengeluh itu berarti dirinya sedang stres," kata Danardi Sosrosumihardjo, spesialis kesehatan jiwa saat ditemui dalam Seminar Kelola Kecemasan di Grand Indonesia, kemarin.
"Beban yang ia bawa dengan coping mechanism yang ada dalam dirinya tidak sesuai, tekanan demi tekanan yang ia rasakan sudah menjadikan ia ke dalam tanda gangguan kejiwaan" lanjutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila seseorang diberi sebuah beban atau tekanan yang melebihi coping mechanism yang ia miliki, maka orang itu akan merasakan kecemasan. Bila orang tersebut dapat mengendalikan kondisi dirinya, maka coping mechanism akan menguat hingga kecemasan itu dapat terselesaikan.
Namun seringkali, ketika seseorang merasakan tekanan, dia memerlukan 'pelampiasan' untuk sekadar relaksasi atau memperkuat coping mechanism yang ia miliki. Beragam cara dapat dilakukan guna 'melepaskan' beban yang dirasa, mulai dari menulis, mendengarkan musik, hingga bercerita kepada orang lain.
"Dalam memperkuat mekanisme katahanan ataupun peredaman gangguan tersebut, masing-masing orang punya cara sendiri. Tapi yang paling tepat adalah ia melakukan analisis yang dapat mengatasi keluhan-keluhan itu," kata Danardi.
"Artinya, semakin mengeluh maka semakin jauh juga rasa sakit atau kecemasannya." lanjut Danardi.
Jadi, kini bila teman Anda terus menerus mengeluh dengan persoalan yang itu-itu saja atau yang lain, sebaiknya temani dirinya untuk relaksasi dari beban teramat berat agar masalahnya dapat dipecahkan. Bila tak berhasil juga, pintu psikiater terbuka selalu. (win/win)