Bukan cuma kaftan yang ia modifikasi, namun juga kebaya.
"Hidup di era modern, suatu warisan bila dapat diterjemahkan dalam konteks kekinian maka kita dapat mengapresiasi apa yang dimiliki, dan saya menerjemahkan sesuai dengan cara saya," kata Biyan Wanaatmadja, sesaat sebelum peragaan busana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesan glamor bertemu dengan nafas modern bertemu saat kaftan boxy dengan motif Uzbekistan dipadu padan dengan celana palazzo, kulot, dan celana berpipa lebar yang terkesan gaul ala street style.
Biyan menggunakan berbagai motif modifikasi, termasuk gabungan motif sulam dan bentukan daun semanggi yang dibuat simetris menghiasi baju. Pemasangan payet pada beberapa tempat menambah kesan glamor pada pakaian ready-to-wear tersebut.
Bukan hanya model pakaian wanita yang menjadi fokus Biyan, dalam koleksi kali ini pun desainer lulusan sekolah mode di Jerman itu menampilkan koleksi busana pria. Biyan terfokus pada pola motif modifikasi songket, kotak-kotak, dan kain sarung yang ditempatkan banyak di lengan pakaian.
Studio 133 merupakan salah satu line Biyan yang menampilkan koleksi ready-to-wear ala departemen store. Tapi meski bukan menjadi koleksi utama, tapi Biyan tak serta merta menghilangkan glamor beraksen budaya dalam karyanya. (les)