Kanker kolorektal adalah salah satu kanker yang banyak menyerang sebagai akibat konsumsi daging olahan. Kini peneliti di seluruh Eropa sedang bekerja keras untuk membuat daging proses yang bisa mengurangi risiko tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai uji cobanya, daging proses berantioksidan ini akan diuji coba kepada tikus lab. Setelah diberi makan, perkembangan kanker akan diamati.
"Jika kesimpulan kami benar, ini menunjukkan bahwa risiko kanker usus dapat dikurangi dengan makan yang seimbang," kata peneliti Eva Tornberg dari Lund University FoodNavigator, dikutip dari Daily Meal.
Dia menambahkan, sebenarnya untuk mencegah terjadinya kanker, harus ada keseimbangan konsumsi antara daging dengan makanan kaya antioksidan. Keduanya harus dimakan dalam saat yang bersamaan untuk memaksimalkan efektivitasnya. (chs/les)