Disebut Goa Jepang karena dulunya goa ini pernah menjadi tempat persembunyian dan perlindungan tentara Jepang saat Perang Dunia I. Namun, pada 21 Juni 1944 tentara Jepang dibombardir oleh tentara sekutu yang kemudian membakar goa ini beserta isinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai melhat kondisi goa dari atas, kami melanjutkan perjalanan untuk melihat kondisi di dalam goa. Setelah melewati anak tangga, kami akhirnya sampai di mulut goa yang sangat besar. Dari atas, suasana di dalam goa terlihat gelap dan sunyi. Pintu goa dihiasi dengan stalaktit-stalaktit yang bentuknya meruncing menambah suasana misterius dari goa tersebut.
Beberapa dari kami memberanikan diri untuk turun dan masuk ke dalam goa. Ingin melihat seperti apa sebenarnya tempat bersejarah ini.Beberapa lagi menunggu di atas. Rasa takut seolah menghentikan langkah mereka karena suasana goa terlihat mencekam buat mereka. Apalagi sejarah goa yang merupakan 'kuburan' tentara Jepang.
Sesampainya di dalam goa, ternyata tak semua sisi goa gelap dan mencekam. Di bagian dalam justru terlihat terang karena ada lubang yang menganga di atas. Lubang itulah yang sebelumnya kami lihat sebelum memasuki goa.
Selain akar-akar pohon yang menjalar di dinding goa, ada juga sudut di goa tempat tumbuhnya beberapa tanaman hijau. Membuat warna tersendiri bagi goa misterius itu.
Puas melihat isi goa, kami pun langsung bergegas naik. Hawa panas dan pengap membuat peluh berkucuran dan napas agak tersengal. Menaiki tangga saja harus perlahan.
Untuk menikmati suasana Goa Jepang ini pengunjung ditarik biaya sebesar Rp25 ribu per orang. Sayangnya, saat kami datang tak ada pemandu wisata yang menceritakan kisah Goa Jepang itu. (les)