WHO dan Pusat Pencegahan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Eropa (ECDC) mengatakan, lebih dari 142 ribu orang di Kawasan Eropa, yang masuk dalam penelitian WHO, terdiagnosis HIV tahun lalu.
Kenaikan berasal dari wilayah Eropa Timur yang terdiri dari 15 negara, termasuk Rusia, Ukraina, dan Asia Tengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru bicara ECDC Caroline Daamen mengatakan, Eropa Timur mengalami kenaikan jumlah kasus baru HIV menjadi dua kali lipat pada dekade terakhir. Selain Rusia, Ukraina, dan Asia Tengah, wilayah ini juga termasuk negara-negara Transcaucasia.
“Di Uni Eropa dan Wilayah Ekonomi Eropa (EEA), seks kaum homoseksual masih menjadi modus dominan penularan HIV. Dua dari tiga infeksi baru HIV, adalah orang-orang kelahiran asli Eropa,” kata organisasi kesehatan dunia tersebut.
Di Uni Eropa secara umum, jumlah orang yang didiagnosis HIV tidak berubah selama 10 tahun terakhir. (win/les)