The Hall, Senayan City, yang menjadi tempat acara pergelaran busana itu diubah menjadi padang rumput yang dipenuhi tumbuhan lavender berwarna ungu. Berlatar kumpulan awan seputih kapas, ruangan itu disulap menjadi taman bermain para perempuan cantik bak kupu-kupu yang berjalan di panggung runway.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hien menampilkan 18 busana dalam pergelaran itu. Mengutip pernyataannya, ia menggunakan bahan-bahan seperti lace dan jacquard.
Terlihat ornamen bermotif bunga yang membalut kulit para model. Tidak ketinggalan juga motif serbuk sari bunga yang direpresentasikan dalam bahan bulu lembut.
Pergelaran busana desainer Hien Tjen yang bertema Enchantress di acara IPMI Trend Show 2016. |
"Inspirasi saya kali ini sebenarnya datang dari musim hangat dan juga musim gugur, jadi saya sertakan rumput lavender di atas lintasan runway, untuk mengiringi para model," Hien menceritakan.
Desainer itu menjelaskan bahwa dirinya membutuhkan waktu setidaknya dua bulan untuk menggarap seluruh busana yang baru saja ia tampilkan malam ini, dengan bahan-bahan andalan yang sudah menjadi ciri khasnya selama ia berkarier di dunia fesyen.
Busana-busana Hien cenderung menampilkan warna pastel, tapi warna seperti putih, merah muda dan peach pun juga lebih memberikan nuansa hidup pada busana-busananya.
Hal itu dilakukan Hien untuk merepresentasikan warna bunga-bunga yang tumbuh di padang rumput luas, seperti bunga lavender misalnya.
(win/utw)
Pergelaran busana desainer Hien Tjen yang bertema Enchantress di acara IPMI Trend Show 2016.