"Biasanya saat di USG, warna hatinya lebih putih dari normalnya. Umumnya mereka yang medical check up mengalami gangguan fungsi hati, tapi tidak ada virus," kata Lesmana dalam dalam sebuah diskusi di Rumah Sakit MRCCC Siloam, Jakarta, baru-baru ini.
Dia menambahkan, ada beberapa pemicu perlemakan hati. Sebagian besar berasal dari gaya hidup yang tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atau, paling tidak, perlemakan hati bisa diturunkan dengan mengurangi 600 kalori tiap hari agar berat badan turun 0,51-1 kg per minggu.
"Itu yang evidence based-nya paling kuat, fatty liver akan berkurang walaupun perlu waktu," ujar Lesmana.
Untuk olahraga, Lesmana mengatakan olahraga apa saja bisa dilakukan untuk mencegah perlemakan hati, tergantung fasilitas yang dimiliki, usia, dan tentu saja kesukaan. Asalnya dilakukan dengan benar dan rutin.
Minimal 30 menit sekali setiap hari atau setara dengan 150 menit seminggu. Berjalan 10 ribu langkah per hari juga bisa mengurangi risiko perlemakan hati.
"Sebetulnya mudah, tapi harus konsisten. Kuncinya mengurangi total aktivitas santai dan peningkatan aktivitas fisik," kata Lesmana. (les)