Dilaporkan oleh Independent, sebuah penelitian dilakukan oleh Shakelford, Schmitt, dan Buss pada 2005.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cinta vs status: Orang-orang cenderung melihat dari sisi psikologis. Entah mencari pasangan yang ambisius dengan prospek keuangan yang baik dan status tinggi, atau seorang yang penyayang dan tertarik kepada mereka.
Diandalkan/ stabil vs penampilan/ kesehatan: Seseorang mencari kekasih dengan kriteria stabil dan matang, atau tampan dan sehat.
Pendidikan/ kecerdasan vs keinginan memiliki keluarga dan anak-anak: Seseorang memilih pasangan entah itu yang lebih berpendidikan dan cerdas, atau lebih berorientasi menginginkan sebuah keluarga dan anak-anak.
Sosialisasi vs keyakinan sama: Orang-orang akan memilih pasangan pasangan yang mudah bergaul dan secara keseluruhan berkepribadian menyenangkan, atau seseorang dengan agama yang sama.
Penelitian Shakeford menyoroti bagaimana laki-laki dan perempuan kerap berbeda pada aspek-aspek tertentu, misalnya penampilan, kepribadian, pendidikan, dan seberapa besar dia dapat diandalkan.
Laki-laki dilaporkan cenderung mencari pasangan yang menarik secara fisik dan sehat. Sementara, perempuan cenderung memilih pasangan berdasarkan status dan apa yang dimilikinya, misalnya laki-laki yang berpendidikan, dapat diandalkan, dan cerdas.
Sementara itu, para peneliti menemukan, tidak ada perbedaan ketika pilihan baik pada laki-laki atau perempuan untuk preferensi berdasarkan kemampuan bersosialisasi atau keyakinan yang sama.
(win/win)