"Saya di hotel sudah 29 tahun, dan saya pikir ini mungkin saatnya mencari tantangan lain," kata Vindex saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, beberapa waktu yang lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menjadi pejabat kelas atas sebuah maskapai internasional tak lantas membuat Vindex meninggalkan dapur selamanya. Ia masih sering memberikan pendapat mengenai makanan yang layak dan lezat disajikan dalam pesawat, serta yang tidak layak diberikan kepada penumpang.
"Saya juga awalnya tidak mengetahui, tapi saya belajar berbagai hal, seperti kalau di ketinggian, level kepedasan makanan harus dikurangi," kata Vindex.
Baginya, baik di udara ataupun di darat, memasak tidaklah berbeda. Dengan resep dan teknik yang hanya mengalami sedikit modifikasi, titik berat utama makanan berkualitas tetaplah sama, yaitu konsistensi rasa.
Vindex menceritakan, di hotel bintang lima rata-rata seorang chef dan timnya harus memasak sekitar lima ribu porsi per harinya. Sedangkan maskapai yang kini ia tergabung di dalamnya, dapat memasak tiga hingga empat ribu porsi dalam sehari.
"Mungkin sebenarnya umur segini harusnya sudah tidak di dapur, tapi bagaimanapun saya tetap suka kuliner,” kata Vindex. (les/les)