Gedung berpenampilan baru itu diberi nama Pancoran Tea House. Bangunan dua lantai tersebut, masuk ke dalam daftar belasan gedung yang menjadi target revitalisasi Kota Tua yang dilakukan oleh PT Pembangunan Kota Tua Jakarta (JOTRC) dan Jakarta Endowment for Arts & Heritage (JEFORAH).
Dulunya, gedung ini bernama Apotheek Chung Hwa yang didirikan sejak tahun 1928 dan menjadi salah satu apotek tertua di Jakarta. Gedung ini pun sempat disebut sebagai pintu gerbang kawasan Kota Tua dan Pecinan, karena letaknya yang memang berada di mulut kawasan inti Kota Tua Jakarta, jika datang dari arah selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apotheek Chung Hwa yang telah berdiri sejak 1928, kini difungsikan sebagai rumah teh dengan nama Pancoran Tea House. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Tidak lama lagi, bangunan yang tadinya memiliki dinding dengan cat yang sudah mengelupas dan dijadikan rumah toko oleh para pedagang itu, bisa difungsikan untuk meminum teh. Pemilihan rumah teh ini tidak dilakukan secara sembarang.
CEO JOTRC Lin Che Wei mengatakan kawasan Kota Tua yang merupakan daerah Pecinan, tempat banyak etnis Tionghoa tinggal, tentu lekat dengan tradisi minum teh khas negeri Tirai Bambu.
Selain itu, di Kota Tua juga bibit teh pertama ditanam. Sehingga teh dengan Kota Tua memiliki hubungan yang sangat kuat.
"Andreas Cleyer, Botanist yang bekerja untuk VOC membawa bibit teh pertama dari Jepang dan ditanam di Tijgergracht di Kota Tua Jakarta pada tahun 1684. Sehingga sejarah teh di Indonesia tidak terpisah dari Kota Tua Jakarta," kata Lin Che Wei dalam acara jumpa pers peresmian Pancoran Tea House, Jakarta, Selasa (15/12).
Sebagai ciri khas, teh yang menjadi unggulan di rumah teh ini adalah teh merah dari China. Rasanya pekat, lebih pekat dari teh hijau, sebab teh ini melalui proses pembakaran. Tak heran jika ada sensasi rasa gosong ketika diteguk.
Interior Tiongkok lekat dengan bangunan baru Apotheek Chung Hwa atau kini, Pancoran Tea House. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Project Manager JOTRC Anneke Prasyanti mengatakan, pemilihan desain ini juga dilakukan secara sengaja dan sudah diperhitungkan. Selain mempertimbangkan fungsi bangunan, tempat masyarakat bisa berkumpul, konsep dan desain tersebut juga dipilih untuk mempertahankan budaya Tiongkok yang identik dengan Kota Tua.
"Desain ini karena di China Town, kita tidak boleh keluar dari bentuk aslinya," ujar Anneke.
Istimewanya, bangunan ini tidak hanya difungsikan untuk kegiatan komersil, sebagai tempat menjual teh, tapi di Pancoran Tea House ini nantinya juga akan disediakan teh-teh gratis untuk siapa saja.
"Tempat ini tak akan menjadi kedai teh saja tapi akan ada teh gratis bagi yang kehausan," ujar Lin Che Wei.
Pembagian teh ini tidak datang begitu saja dari pemikiran Lin Che Wei. Dulu, di kawasan sekitar gedung yang sekarang diberi nama Pancoran Tea House itu, seorang Kapitein de Chineezen bernama Gan Djie selalu memberikan teh gratis untuk orang-orang yang singgah di depan kantornya, sembari berteduh selepas berdagang keliling atau hanya kelelahan berjalan.
Di depan kantornya, Gan Djie memasang meja-meja kecil. Setiap pagi dan sore ia menyediakan cangkir-cangkir berisi air teh di atas meja.
Supaya air teh itu mencukupi keperluan warga yang melintas, disediakan juga delapan buah teko berisi teh untuk isi ulang. Perbuatan terpuji Gan Djie itu pun diapresiasi oleh warga sehingga sosoknya semakin disegani.
Persediaan air teh itu pun akhirnya menjadi suatu ciri untuk memudahkan warga mencari lokasi kantor officer Tionghoa itu karena warga selalu mengatakan, di mana ada teh-teh itu, di situlah tempat tinggal Gan Djie.
Meski bangunan sudah siap dan diresmikan, Pancoran Tea House belum mulai beroperasi. Pihak pengelola masih menyiapkan segala hal yang bisa menunjang operasional rumah teh itu. Namun mereka berharap Pancoran Tea House bisa kembali menjadi pintu gerbang kawasan inti Kota Tua khususnya untuk pariwisata. (les/les)
Apotheek Chung Hwa yang telah berdiri sejak 1928, kini difungsikan sebagai rumah teh dengan nama Pancoran Tea House. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Interior Tiongkok lekat dengan bangunan baru Apotheek Chung Hwa atau kini, Pancoran Tea House. (CNN Indonesia/Safir Makki)