Albert Einstein terkenal dengan sindirin, “Jika meja berantakan adalah tanda pikiran berantakan, maka demikian halnya dengan meja kosong.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para peserta kemudian diminta untuk menyumbang ke badan amal, lalu diminta memilih antara apel atau sepotong cokelat saat jalan ke luar. Dari hasil tersebut, para peneliti menemukan, mereka yang berada di ruang rapi menyumbangkan lebih banyak uang dan memilih apel.
Di tempat lain, peserta yang berada di tempat berantakan diminta untuk menciptakan ide kreatif dari sebuah bola ping pong.
Profesor Vos menjelaskan, orang-orang yang berada di lingkungan tertib terdorong melakukan kebiasaan dan cenderung bermain aman. Sementara, peserta yang berada di ruang berantakan, cenderung berpikir kreatif.
Studi oleh peneliti di Universitas Groningen, Jerman, juga membuat kesimpulan sama. “Meja berantakan tidak merugikan seperti kelihatannya. Dari pendekatan pemecahan masalah, (meja berantakan) cenderung meningkatkan efisiensi kerja atau meningkatkan kreativitas karyawan dalam memecahkan masalah,” kata penulis penelitian dalam artikel jurnal mereka.
Eric Abrahamson dan David H. Freedman, penulis buku 'A Perfect Mess: The Hidden Benefits of Disoder' berpendapat, “Berantakan bukan berarti tidak adanya keteraturan. Meja berantakan dapat berarti sangat memprioritaskan keefektifan dan sistem mengakses.”
(win/les)