Orang yang menjalani pengobatan masalah ganja jumlahnya sangat besar dari jumlah orang-orang yang bermasalah narkoba, dan jumlahnya semakin besar, menurut Ian Hamilton dari Universitas York. Dan orang-orang yang menjalani pengobatan tersebut hanya mewakili sebagian kecil dari jumlah total orang-orang yang bermasalah dengan ganja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menariknya, kata Ian, ada orang-orang yang bukan pengguna ganja klasik. Orang-orang tersebut pada umumnya adalah para pekerja yang berjuang menjalani pekerjaan mereka. Mereka memakai ganja pada dasarnya hanya mencari dukungan dan ide untuk bekerja.
Banyak pekerja menganggap pengobatan ganja sebagai hal yang kurang penting dibandingkan ketergantungan yang disebabkan obat-obatan keras. Namun, ganja dapat menyebabkan masalah besar bagi mereka yang mengalaminya, di antaranya konsekuensi hukum, selain beban finansial.
“Ada budaya dalam masyarakat yang menganggap obat adiktif keras, seperti heroin dan kokain, sebagai masalah besar. Sementara ganja dilihat sebagai masalah kecil,” kata Ian.
Dia melanjutkan, para pengguna ganja sendiri tidak berpikir itu sesuatu yang butuh pengobatan, atau harus ditawarkan pengobatan. “Ada situasi paradoks pada pengobatan pengguna ganja yang sudah sangat ketergantungan dan pekerja yang masih bibit pengguna ganja.”
“Kami menciptakan istilah 'penikmat ganja', seseorang yang sangat menyadari berbagai jenis ganja dan efek yang dihasilkannya, versus pengobatan untuk pasien.”
Ian mengatakan, salah satu cara untuk mengurangi masalah ini adalah dengan dekriminalisasi. Dengan cara ini, para pengguna ganja akan cenderung mencari pengobatan dan menerima pengobatan.
(win/win)