Dokter Spesialis Radiologi Jacub Pandelaki dari Rumah Sakit Bethsaida bercerita, ia pernah kedatangan pasien yang mengalami lumpuh sebelah. Begitu lumpuh, pasien tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit.
Setelah dilakukan pemeriksaan dan tindakan berupa trombolisis, yaitu melarutkan gumpalan darah dengan menggunakan enzim. Hasilnya, kondisi pasien membaik dan bahkan bisa berjalan lagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Stroke berdarah disebabkan oleh hipertensi atau tekanan darah tinggi, aneurisma berupa kelainan pembuluh darah otak yang muncul akibat penipisan dan degenerasi dinding pembuluh darah arteri sehingga membentuk tonjolan seperti balon, dan Arteriovenous Malformations (AVM) atau varises otak akibat tekanan darah tinggi yang bisa mengakibatkan pecahnya pembuluh darah.
Sebelum penyakit ini mengancam jiwa Anda, ada baiknya untuk mengetahui gejala-gejala stroke terlebih dahulu. Jika Anda mengalami sakit kepala yang begitu hebat, bagian sebelah tubuh melemah dan sering kesemutan, gangguan penglihatan, pusing, sampai gangguan bicara, segera periksakan kondisi diri ke dokter.
Nantinya, dokter akan mengecek kondisi tubuh Anda terlebih dahulu. Ada sebuah metode unik yang biasanya mereka lakukan untuk memeriksa pasien dengan gejala stroke seperti dijelaskan di atas. Metode ini diberi nama FAST, yaitu Face, Arm, Speech, dan Time.
Untuk face atau wajah, biasanya Anda akan diminta untuk menyeringai lebar. Dokter akan melihat sudut mulut sampai derajat kemiringan bibir Anda. Kalau miring, itu patut diwaspadai.
Selain itu ada arm. Untuk pemeriksaan ini, pasien diminta mengangkat kedua tangannya ke depan setinggi dada. Kalau salah satu tangan lebih berat, diduga ada kelemahan.
Sementara untuk speech, biasanya dokter meminta pasien mengucapkan kata tertentu. Sedangkan untuk time, jika ditemukan tanda-tanda stroke, pasien diminta sesegera mungkin melakukan terapi stroke.
Tindakan selanjutnya, jika memungkinkan, lakukan juga serangkaian tes kesehatan untuk mengetahui kondisi tubuh bagian dalam. "Kalau sering sakit kepala, bisa melakukan tes MRA (Mutual Recognition Arrangement), MRI (Magnetic Resonance Imaging), dan MRV (Measurable, Reportable, Verifiable)," ujar Jacub. (win/win)