Alasan Diet Karbo Turunkan Berat Badan Drastis

Tri Wahyuni , CNN Indonesia | Jumat, 25/12/2015 08:27 WIB
Alasan Diet Karbo Turunkan Berat Badan Drastis Ilustrasi makan salad. (Choreograph/Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Di musim libur Natal dan Tahun Baru 2015 ini, biasanya pola makan mulai tidak terkontrol dengan baik. Di saat kumpul-kumpul dengan keluarga dan teman, seseorang cenderung melonggarkan pola makan sehatnya, dan berakhir dengan naiknya berat badan secara drastis.

Tak sedikit orang memilih cara instan mengurangi, bahkan menghapuskan sama sekali konsumsi karbohidrat yang masuk ke dalam tubuhnya untuk menurunkan berat badan. Tapi, ternyata menurut para ahli cara itu tidak tepat, dan bisa jadi malah tidak sehat.

Ahli fisiologi yang juga ahli dalam penurunan berat badan Grace Judio mengatakan, cara yang sesuai untuk menurunkan berat badan tetap harus memerhatikan gizi seimbang. Biar bagaimanapun, karbohidrat tetap dibutuhkan oleh tubuh.

Sayangnya, diet yang tetap memerhatikan gizi seimbang ini tidak dilirik banyak orang karena berat badan yang turun tidak sebanyak ketika mengurangi konsumsi karbohidrat.

Grace pun mempunyai trik tersendiri untuk menurunkan berat badan dengan cepat, tanpa mengganggu keseimbangan gizi. Ia melakukannya dengan mengurangi karbohidrat juga, tapi hanya di awal program.

Grace menjelaskan, tubuh yang gemuk biasanya diisi oleh tabungan gula dan lemak. Gula berasal dari karbohidrat yang dikonsumsi kemudian diolah tubuh.

"Tabungan gula biasanya disimpan di otot. Gula itu akan menarik air sehingga badan menjadi berat. Sementara minyak atau mentega akan jadi tabungan lemak," kata Grace ketika ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (23/12).

Pengurangan konsumsi karbohidrat di awal, berfungsi untuk menguras tabungan tersebut. Jika tidak ada konsumsi karbohidrat yang masuk ke tubuh, secara langsung tubuh akan mengambil kebutuhan karbohidrat atau gula dari tabungan yang ada.

Gula yang terpakai, akan menyebabkan air yang disimpan bersamanya keluar dari tubuh. Grace mengatakan, itulah yang menyebabkan berat badan turun terkesan turun lebih banyak. Sementara lemak, memang memiliki volume yang besar. Tapi beratnya cenderung ringan.

Setelah sudah banyak berat badan yang turun, konsumsi makanan harus kembali seperti semula. Karbohidrat harus kembali dikonsumsi oleh tubuh pelan-pelan.

"Pelan-pelan adaptasi makan nasi karena kalau tidak, tubuh tidak bisa berfungsi secara normal," ujar Grace.

Selain karbohidrat, diet yang menjadi favorit karena dianggap mampu menurunkan berat badan secara instan adalah diet garam. Diet ini biasanya dilakukan dengan menghindari konsumsi garam sama sekali.

"Kalau tubuh tidak ada garam, tubuh tidak bisa menahan air, akhirnya air akan keluar banyak," kata Grace.

Meski bisa menurunkan berat badan dengan cepat, tapi Grace tidak mau menganjurkan cara ini pada pasiennya. Mereka tetap memperbolehkan pasien mengonsumsi garam sebab tidak semua tubuh manusia bisa menerima kondisi kekurangan garam.

"Garam tetap pakai karena takut ada yang kekurangan elektron dan tidak bisa menoleransi," ujar Grace.


(win)