Meski bermain Candy Crush amatlah menyenangkan di saat senggang, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Radboud University, Belanda, menemukan bahwa permainan ini memiliki keterkaitan dengan kenaikan bobot tubuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lulusan sarjana psikologi tersebut menemukan bahwa setelah bermain dengan permainan daring yang bertema permen atau makanan, anak-anak akan mengonsumsi permen lebih banyak daripada biasanya.
Selama lima menit istirahat setelah bermain permainan daring, anak-anak ini mengonsumsi 72 kalori lebih banyak yang setara dengan 16 butir permen coklat dan 10 buah permen rasa kola, dibandingkan anak yang tidak bermain.
Folkvord menyarankan bahwa anak-anak yang keranjingan bermain daring ini haruslah diberikan edukasi dalam memilih makanan yang sehat sebagai cemilan. Ia menemukan bahwa indeks massa tubuh anak yang mengonsumsi buah-buahan seperti apel sebagai pemenuhan rasa lapar setelah bermain permainan daring, lebih rendah dibandingkan dengan anak yang makan permen setelah bermain.
"Anak bermain sebuah permainan, lalu kemudian merasa lapar dan akan makan apapun untuk memenuhi rasa laparnya. Bila ia mengonsumsi permen, ini bagai sebuah siklus yang akhirnya anak-anak gagal mempelajari kebiasaan makan sehat,"
"Hasil penelitian saya mengindikasikan bahwa iklan makanan memiliki pengaruh lebih besar pada anak yang sudah kelebihan berat badan." (end/utw)