Ada beberapa hal penting yang harus dicatat dalam kalender memori hebat, unik dan mungkin aneh di tahun 2015. Berikut yang bisa dicatat:
Pilihan Redaksi |
Desember 2015, masih hangat dalam ingatan drama pemahkotaan Miss Universe ke-64 di The Axis Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Steve memang sudah meminta maaf atas kekeliruannya, baik di atas panggung perhelatan Miss Universe, maupun lewat akun Twitter pribadinya kepada Miss Filipina dan Miss Kolombia.
Namun, persoalan tak lantas berhenti di situ. Drama panjang Miss Universe pun berlanjut. Kuasa hukum Gutierrez diberitakan akan menuntut penyelenggara Miss Universe di New York, Amerika Serikat, dan juga sang pembawa acara Steve Harvey.
Kemenangan Wurtzbach rupanya juga ditanggapi negatif oleh kontestan lain. Miss Jerman Sarah-Lorraine Riek mengucapkan pernyataan yang tidak sepantasnya. Riek mengatakan Miss Kolombia adalah yang seharusnya menjadi pemenang Miss Universe 2015.
Namun, sebuah akun Facebook yang mengatasnamakan Miss Jerman mengatakan bahwa Miss Jerman tidak bermaksud menyinggung Miss Filipina dengan cara apapun.
Kondisi mental Miss Kolombia juga menjadi pertanyaan banyak orang setelah mahkota yang sempat berada di kepalanya dicopot untuk diberikan kepada Miss Filipina.
Selain itu, banyak pula yang mempertanyakan tentang kemungkinan adanya rekayasa untuk meningkatkan rating. Namun, Harvey menyebut hal itu murni sebagai kesalahan pribadinya.
2. Posisi tiga di Miss World
Setelah beberapa waktu Indonesia hanya bisa berpuas diri menikmati posisi 20 dan 15 besar, akhirnya Indonesia berhasil menyabet posisi tiga besar di ajang kontes kecantikan dunia, Miss World 2015.
Miss Indonesia yang berhasil menaklukan posisi tiga besar Miss World 2015 di Sanya, China, adalah Maria Harfanti.
Di ajang ratu kecantikan sedunia lainnya, Miss Universe yang diadakan dalam waktu berdekatan di bulan Desember 2015, ternyata masih menyisakan harapan untuk Indonesia. Langkah Puteri Indonesia 2015, Anindya Kusuma Putri masih terganjal di posisi 15 besar. Di tahun ini pula, Indonesia juga gagal mempertahankan gelar kostum nasional terbaik di ajang ini. Padahal tahun lalu, Indonesia sukses mendapatkan gelar tersebut. Anindya mengusung kostum bertema Barong Bali untuk bertanding di Las Vegas.
3. Tahun pertama Miss Universe tanpa Donald Trump
Tahun ini Donald Trump mencalonkan dirinya menjadi calon presiden berujung pada komentar rasisnya. Hal ini memicu reaksi masyarakat yang menyatakan ketidaksetujuannya akan komentar Trump.
Salah satu yang akhirnya bereaksi terhadap hal ini adalah stasiun televisi yang menayangkan ajang Miss Universe dan Miss USA, NBC. Akibatnya mereka memutuskan kerjasama dengan Trump dengan tidak mau lagi menayangkan acara tersebut. Akhirnya Trump membeli semua saham dari NBC dan menjadi pemilik tunggal sebelum menjual seluruh sahamnya pada pihak lain. Sehingga Trump tak lagi menjadi pemilik Miss Universe Organization lagi.
(chs/les)