Dikabarkan, obat diet yang dikonsumsi perempuan berumur 28 tahun itu memicu kafein kopi bekerja lebih agresif dan akhirnya memacu kerja jantung secara berlebihan. Kafein memiliki kemampuan meningkatkan denyut jantung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kandungan dalam kedua jenis antibiotik itu dapat menghalangi pemecahan kafein dalam metabolisme tubuh. Hal ini menyebabkan efek kafein bertahan lebih lama ketika mengonsumsi obat tersebut.
Selain itu bronkodilator atau alat yang digunakan untuk mengatasi asma memiliki efek yang sama seperti kafein pada jantung. Alhasil kombinasi antara konsumsi kafein dan penggunaan alat tersebut dapat meningkatkan efek kafein. Efeknya, jantung akan berdebar dan perut terasa mual.
Tak hanya konsumsi jenis obat tertentu, konsumsi kafein secara berlebihan dan dikombinasi dengan pola makan yang buruk, tekanan darah tinggi, dan kebiasaan merokok juga bisa menyebabkan penyakit jantung. Ketika jantung Anda berdetak tidak teratur disertai dengan semangat yang berkurang, darah akan terperangkap di dalam jantung, menyebabkan penggumpalan darah, stroke, atau serangan jantung.
Jika seseorang telah mempunyai penyakit kardiovaskular atau detak jantung tidak teratur, diharuskan menghubungi dokter dan menanyakan apakah bisa mengonsumsi kafein atau tidak. Atau, jika sedang dalam pengobatan, sebaiknya bertanya juga pada dokter apakah boleh mengonsumsi kopi atau tidak. (sil/sil)