Foto Bayi Mark Zuckerberg Tuai Perdebatan Vaksinasi

Windratie, CNN Indonesia | Selasa, 12/01/2016 10:06 WIB
Foto Bayi Mark Zuckerberg Tuai Perdebatan Vaksinasi Marck Zuckerberg, istrinya Priscilla Chan, dan putri mereka Maxima Chan Zuckerberg. (REUTERS/Courtesy of Mark Zuckerberg/Handout)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejak kelahiran putrinya Maxima Zuckerberg, pada 1 Desember lalu, CEO Facebook Mark Zuckerberg kerap menginformasikan kegiatan bersama sang putri di media sosial. Namun, Zuckerberg tampaknya sudah memancing perdebatan liar di media sosial tentang vaksinasi saat membawa bayi mungilnya mendapat suntikan imunisasi di ruang dokter.

Foto yang diunggah di Facebook tersebut memperlihatkan Zuckerberg yang sedang memangku Max dengan keterangan foto “Doctor's visit – time for vaccines!” Pada Senin kemarin, (11/1), foto tersebut setidaknya telah mengumpulkan sekitar 3 juta 'like' dan mendapat 69 ribu komentar. Banyak di antara komentar menganggap foto tersebut merupakan bentuk dukungan tersirat untuk vaksinasi anak.

Keputusan memvaksinasi anak menjadi perdebatan panas di Amerika Serikat selama beberapa tahun belakangan ini. Pendukung anti-vaksinasi mengklaim bahwa inokulasi (pemasukan bakteri, virus, atau vaksin) pada anak dapat menyebabkan penyakit atau gangguan perkembangan, seperti autisme.


“Saya senang Anda mempromosikan vaksin!” Tulis Raluca Sander pada Jumat pekan lalu, seperti dilaporkan oleh Reuters. “Di luar sana, begitu banyak kekeliruan atas topik tersebut sehingga menimbulkan begitu banyak kemalangan.”

“Terimakasih Mark Zuckerberg, tidak hanya karena telah menciptakan platform media sosial sehingga saya dapat mengadvokasi vaksinasi, tapi terimakasih karena Anda telah menjadi seorang advokat kesehatan masyarakat,” kata seorang pengguna Facebook Angela Quinn.

Meski banyak yang mendukung, tak sedikit pula pengguna Facebook yang mengecam Zuckerberg, dengan mengklaim bahwa vaksinasi berbahaya. “Bayi malang,” kata Steve Schneider. “Perusahaan farmasi mendapatkan keuntungan SANGAT BESAR dari masyarakat yang sakit,” ujar Ian Humphries. “Gunakan otak Anda,” lanjutnya.

Zuckerberg memiliki sekitar 48 juta pengikut di platform sosial medianya. Dia menuai kecaman pada Februari tahun lalu setelah mendukung sebuah buku non-fiksi berjudul On Immunity yang mengungkap perdebatan seputar vaksinasi di AS.

“Vaksinasi adalah topik yang penting dan ada di waktu yang tepat,” kata Zuckerberg menulis di akun Facebook-nya pada 18 Februari tahun lalu. “Ilmu pengetahuan sudah benar-benar jelas. Vaksinasi bekerja dan sangat penting bagi kesehatan setiap orang di masyarakat kita.”

Vaksinasi dan imunisasi adalah dua kata yang artinya kerap disamakan. Padahal sebetulnya, imunisasi adalah suatu cara yang digunakan untuk meningkatkan kekebalan seseorang terhadap suatu antigen. Sementara, vaksinasi adalah proses pemberian vaksin ke dalam tubuh seseorang untuk memberikan atau meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit tersebut.

Tujuan imunisasi adalah memberikan rangsangan berupa sistem imunologi tubuh untuk membentuk antibodi yang spesifik sehingga dapat melindungi tubuh dari serangan penyakit. Lalu, tujuan vaksinasi adalah menstimulasi reaksi kekebalan tubuh tanpa menimbulkan penyakit.

(win/win)