Menurut catatan World Health Organization (WHO), sianida adalah zat beracun yang sangat mematikan. Efek dari sianida ini sangat cepat dan dapat mengakibatkan kematian dalam jangka waktu beberapa menit. Sianida bisa berbentuk gas seperti hidrogen sianida atau berbentuk kristal seperti potassium sianida dan natrium sianida.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kontak sianida pada mata dalam jangka pendek akan menyababkan kemerahan, rasa nyeri, penglihatan kabur, dan luka pada kornea yang serius. Dengan adanya air mata, dapat terjadi toksisitas sistemik, menyebabkan efek sebagaimana halnya pada paparan tertelan jangka pendek. Keracunan sianida juga bisa menyebabkan kerusakan terhadap saraf optik dan retina, serta kebutaan kemungkinan dapat terjadi.
Kontak sianida yang berulang atau terus-menerus pada mata dapat menyebabkan radang selaput ikat mata atau efek sebagaimana yang halnya pada paparan jangka pendek.
Di sisi lain, larutan natrium sianida dalam air atau bentuk padatan yang terkena kulit yang lembab dapat menyebabkan kemerahan, rasa nyeri, luka bakar, dermatitis kontak dan tukak yang penyembuhannya bersifat lambat.
Natrium sianida dapat terserap melalui kulit, apalagi jika terdapat luka yang terbuka. Ketika sianida terserap dalam jumlah yang cukup banyak akan menimbulkan efek sistemik, sebagaimana halnya pada paparan tertelan jangka pendek.
Paparan berulang atau terus-menerus dapat menyebabkan dermatitis dan “ruam sianida“, dengan gejala gatal-gatal, erupsi berupa makula, papula, dan vesikula. Paparan oleh senyawa sianida dalam konsentrasi yang rendah dengan jangka waktu yang lama dilaporkan dapat menyebabkan penurunan selera makan, sakit kepala, kelemahan, mual dan pusing. (chs/les)