Tak jarang, perbedaan ini justru menimbulkan pandangan negatif atau bahkan saling ejek. Hal ini bisa jadi masalah serius bila terjadi di kalangan anak-anak.
Usia anak-anak terbentuk sebagai orang yang punya nilai toleransi tinggi dalam keberagaman. Untuk itulah peran orangtua sangat dibutuhkan saat anak menghadapi masalah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu bagaimana cara orangtua untuk mengajarkan indahnya perbedaan pada anak?
Sebagai orangtua, Anda harus mengetahui apa reaksi anak tentang orang yang berbeda dengannya, baik fisik, bahasa dan lainnya.
"Kalau ternyata mereka melihat sisi negatifnya, dan justru mencela atau menertawakannya, orangtua harus memberikan penjelasan logis lainnya soal hal ini. Katakan pada anak bahwa setiap orang memiliki potensi masing-masing tanpa melihat latar belakang fisik atau perbedaan lainnya," ucapnya dalam Forum Ngobras (Ngobrol Bareng Sahabat) di Nutrifood Inspiring Centre, Menteng Square, Jakarta, belum lama ini.
“Jangan memperkeruh keadaan, orangtua tidak mewarisi kebencian, pandangan negatif yang bias, dan tidak objektif kepada anaknya. Karena ke depannya anak-anak akan bersosialisasi dengan orang atau siapapun dari berbagai kelompok di kehidupannya,” ujarnya.
Walau tiap keluarga memiliki nilai masing-masing yang ditanamkan, perkembangan anak juga sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Jadi, cobalah sebagai orang dewasa atau orangtua kenalkan anak-anak dengan keberagaman, tanpa meninggalkan nilai yang telah ditanamkan dari keluarga. Hal ini agar anak nantinya dapat hidup dan melakukan interaksi yang lancar di lingkungan heterogen.
(chs)