Menurut data pemerintah AS, pasien kanker usus besar dari 1998 hingga 2011 berjumlah nyaris 260.000 orang. Studi itu juga menyebut bahwa lebih sering pasien muda yang mengetahui kanker pada stadium awal, menjalani operasi (72 persen, bandingkan dengan 63 persen pasien berusia di atas 50 tahun).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka mengetahui mengidap kanker usus besar sebagian karena dites setelah mengetahui gejalanya (seperti penyumbatan usus, pendarahan, dan anemia), sementara orang yang berusia di atas 50 tahun disarankan mulai menjalani screenings, ujar Hendren.
“Sayangnya, gejala-gejala ini kerap diabaikan pasien atau dokter, dianggap wasir,” kata seorang ilmuwan.
Tim Hendren mengadakan studi tersebut setelah mengetahu meningkatnya kanker usus besar di kalangan orang muda, seperti laporan Medical Daily, walau peningkatannya belum dapat dijelaskan.
Fisik yang tidak aktif, obesitas, merokok, dan “pengaruh lingkungan” adalah kemungkinan penyebabnya, kata profesor Harvard.
Lebih banyak orang muda yang melakukan screening kemungkinan akan berguna mengatasi masalah ini, walau hasilnya akan rendah karena usia di bawah 50-an kemungkinannya masih kecil untuk mendapat kanker usus besar.
“Ini bakal jadi perubahan besar dan mahal,” kata Hendren, yang merekomendasikan melakukan “sejumlah besar penelitian” terlebih dahulu. (sil)