Cozzolino mengatakan pizza margherita yang dibuat dengan gaya Neapolitan berbeda dengan pizza margherita ala Amerika Serikat. Sebab adonannya dibuat tanpa mentega dan lemak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pizza tersebut membuat Anda merasa puas, apalagi kandungan kalorinya hanya 540-570. Solusi yang cepat dan sempurna untuk pilihan makan siang atau makan malam," kata Cozzolino dikutip dari New York Post.
"Pizza itu membantu Anda menjauh dari junk food. Ketika Anda makan pizza tersebut, Anda tidak membutuhkan makanan yang lainnya."
Pada periode pertama Cozzolino menjalankan diet, ia merasakan sakit kepala dan selalu murung. Namun, setelah satu bulan konsisten menjalani diet, tubuhnya mulai menyesuaikan dan bobotnya mulai menyusut. Setelah tiga bulan, dia berhasil menurunkan berat badan sebesar 18 kilogram
Cozzolino memilih diet untuk mengurangi berat badan karena sebelumnya ia merasa beratnya sudah berlebihan sampai membuat keluarga tidak mengenalinya.
Tak hanya itu, ia juga mengalami masalah kesehatan seperti sakit lutut dan tulang punggung. Bahkan ia merasa berat untuk berjalan-jalan dengan anak laki-lakinya di taman akibat berat badan yang sudah berlebih.
Dokter mengatakan, Cozzolino harus menurunkan berat badan, karena jika tidak, ia akan terkena serangan jantung. Akhirnya, Cozzolino pun memilih untuk diet.
Selain mengonsumsi pizza margherita setiap makan siang, Cozzolino juga menghindari minuman manis dan minuman bersoda. Ia pun mengurangi porsi makan menjadi setengah dan fokus pada diet mediterania yang hanya mengonsumsi buah dan sayur.
Menurut The Daily Meal, Cozzolino bukanlah orang pertama yang melakukan diet dengan makan pizza. Pada Oktober lalu ada orang yang mengonsumsi pizza yang penuh dengan sayuran dan berhasil menurunkan berat badan sampai 10 kilogram. (sil/les)