Masih ada lagi 'dekorasi' yang tak mungkin terlupa di pusat perbelanjaan, berbagai tulisan 'SALE', 'Diskon', 'Buy 1 Get 2', 'Late Night Shopping', dan semacamnya. Bak perang, beragam tawaran tersebut menjadi 'senjata' andalan pusat perbelanjaan menjaring orang untuk datang dan berbelanja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti yang dilakukan Mall Taman Anggrek (MTA), Elvira mengatakan pusat perbelanjaan di Jakarta Barat ini mengadakan Late Night Shopping Fever yang diadakan 30 Januari lalu dengan menawarkan potongan harga hingga 80 persen di 300 tenant yang ada.
Bukan hanya diskon, MTA juga memberikan cashback kepada pelanggan yang telah berbelanja paling sedikit Rp800 ribu, dengan cashback terbatas senilai Rp100 ribu. Belum lagi dengan beragam doorprize lainnya, mulai dari voucher makan hingga barang elektronik seperti televisi.
Hal senada juga dilakukan 'tetangga' MTA, pusat perbelanjaan Central Park (CP). CP menawarkan Shopping Marathon dari pagi hingga tengah malam pada 30 Januari lalu dengan tawaran diskon 80 persen ditambah 20 persen. Selain itu, CP juga menjanjikan belanja minimal Rp500 ribu akan memiliki kesempatan untuk mengikuti undian dengan beragam hadiah.
Tak jauh berbeda, Senayan City pun menawarkan berbagai diskon terutama di restoran-restoran yang terletak di pusat perbelanjaan Jakarta Selatan itu. Selain diskon restoran, Senayan City ikut memberikan iming-iming bagi yang berbelanja minimal Rp3,5 juta maka dapat memenangkan berbagai hadiah barang elektronik hingga liburan di resor mewah.
"Pelanggan ternyata juga senang diberi treatment, pengalaman kami ternyata hadiah setelah berbelanja itu dapat meningkatkan keinginan pelanggan untuk berbelanja," kata Elvira Indriasari, Advertising and Promotion Manager Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat, kepada CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.
"Kebanyakan yang datang saat Late Shopping itu adalah pencari diskon. Mungkin pasar Indonesia sangat menghargai nilai uang ya, sebisa mungkin menghabiskan sedikit tapi dapat banyak."
Dia menambahkan, upaya pemberian diskon ini akan sangat membantu meningkatkan pengunjung.
"Promosi saat Imlek itu sangat berpengaruh terhadap kedatangan pelanggan kami," kata Elvira.
"Mungkin karena pelanggan kami kebanyakan di Jakarta Barat, masyarakat Tionghoa akan punya keinginan datang ke mal lebih banyak. Selain mereka ingin merasakan atmosfer Imlek seperti pertunjukan dan juga dekorasi, mereka juga ingin meningkatkan jumlah belanjanya," ujarnya.
Bila di hari biasa MTA dapat menjaring 1,7 juta per pekan, untuk Imlek ini Elvira optimis dapat menjaring 3,2 juta pengunjung selama tiga pekan promo Imlek di MTA.
Ia optimis karena pada umumnya, setelah setelah puncak kedatangan pengunjung pada H-1 dan hari Imlek, akan terjadi anti-klimaks.
(chs)