Mengenal 'Kasta' Tertinggi Peracik Minuman

Endro Priherdityo , CNN Indonesia | Selasa, 23/02/2016 12:18 WIB
Mengenal 'Kasta' Tertinggi Peracik Minuman Ilustrasi bartender. (REUTERS/Darren Whiteside)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selama ini, banyak orang hanya mengetahui seseorang yang bekerja di balik bar dan menyajikan minuman ketika pengunjung datang disebut dengan bartender. Namun, pernahkah Anda mendengar istilah mixology?

Mixology menjadi istilah baru dalam dekade terakhir untuk menggambarkan profesi baru yang terlihat tak jauh berbeda dengan bartender. Dre Masso, seorang mixologyst asal London, Inggris, bersedia berbincang dengan CNNIndonesia.com tentang istilah yang masih kurang akrab di telinga Indonesia.

"Kami menggunakan istilah itu untuk banyak hal, terutama berkaitan dengan minuman dan medianya. Ini menjadi sedikit susah karena banyak definisi yang berbeda-beda," kata Masso, saat ditemui di Seminyak, Bali, beberapa waktu lalu.

Dre Masso merupakan seorang bartender dan mixologyst -sebutan bagi orang yang mempelajari mixology- dari London yang sudah malang melintang di dunia racik-meracik minuman beralkohol lebih dari 20 tahun. Ia pun mendapatkan penghargaan tiga kali sebagai 'Bartender of the Year' semasa di Inggris.

Ia berada di Indonesia untuk membuka sebuah sekolah mixology yang sekaligus sebuah hotel dan restoran bernama Akademi di kawasan Seminyak, Bali. Akademi yang lokasinya berdampingan dengan Potato Head Beach Club Seminyak ini, menerima tamu yang ingin belajar sendiri menjadi peracik minuman.

"Namun berdasarkan pengalaman saya di industri ini, mixology digunakan oleh orang yang senang menjadi bartender dan sudah di bidang ini bertahun-tahun. Banyak yang menggunakan istilah itu untuk membanggakan diri," katanya.
Dre Masso, bartender dan mixologyst asal London yang membuka sebuah bar sekaligus tempat publik dapat belajar meracik minuman di Seminyak, Bali. (CNNIndonesia/Endro Priherdityo)

Bartender dan minuman memang tak dapat dipisahkan. Bila pengunjung bar melihat minuman alkohol, seperti cocktail, hanya sebatas minuman, namun tidak bagi bartender sejati. Membuat minuman cocktail tidak seperti menyeduh teh, ini bagian dari pengetahuan dan seni, menurut Masso. Ibaratnya, mixologyst punya tingkatan lebih tinggi dari sekadar bartender.

Meski tak ada beda, karena seorang mixologyst juga berawal dari bartender, tapi keduanya dapat dipisahkan oleh beberapa hal. Masso menjelaskan yang mendasari perbedaan keduanya adalah pemahaman dan pengetahuan tentang cocktail.

"Kalau saya bisa membedakan antara mixologyst dan bartender adalah semua orang bisa menjadi bartender, tapi tidak semua orang bisa jadi mixologyst. Tapi bagi mixologyst adalah yang benar-benar mengerti bahan, sejarahnya, dan punya pengetahuan yang bagus dari mana cocktail itu datang," kata Masso.

Landasan pengetahuan memang menjadi tuntutan bagi seseorang yang ingin jadi mixologyst. Namun ini wajar, karena segelas minuman cocktail bisa jadi punya sejarah yang cukup panjang. Kedalaman pemahaman itulah yang tidak wajib dimiliki bartender.

"Untuk menjadi bartender yang bagus tidak terlalu penting soal kedalaman pengetahuan, karena kunci bartender yang bagus adalah ketika dia bisa memahami kebutuhan tamu seperti apa," kata Masso.

Berbagai jenis cocktail klasik sendiri sudah terangkum dalam sebuah buku keluaran Jerry Thomas pada 1862 berjudul Bar-Tender Guide. Buku inilah yang disebut-sebut sebagai buku minuman alkohol pertama. Jerry Thomas adalah bartender asal Amerika yang mengenalkan cocktail di penjuru Amerika Serikat dan disebut sebagai 'bapak Mixology Amerika'.

Menurut International Bartenders Association (IBA), setidaknya cocktail terbagi menjadi tiga jenis, yaitu The Unforgettable, Contemporary Classic, dan New Era Drinks.

Kategori The Unforgettable terdiri setidaknya 30 jenis cocktail mulai dari Americano, Dry Martini, Manhattan, dan Old Fashioned. Sedangkan Cosmopolitan, Mojito, Champagne Cocktail, Singapore Sling, dan kawan-kawannya termasuk Contemporary Classic. Lalu kategori New Era Drinks termasuk seperti Dirty Martini, Espresso Martini, dan Kamikaze.

Bermula Pada 1806

Sejarah cocktail sendiri mencatat definisi awal cocktail muncul pada 1806. Sedangkan zaman keemasan cocktail terjadi pada 1862, ketika Jerry Thomas menandakan era inovasi dan kreativitas dalam membuat minuman. Di era ini juga lahir berbagai jenis minuman yang masih dapat dinikmati hingga kini seperti Martini, Manhattan, dan Daiquiri.

Ratusan tahun telah berlalu sejak era keemasan cocktail dan sepeninggal Jerry Thomas. Namun, ternyata Masso menilai semakin dewasa perkembangan cocktail dan mixology menjadi lebih berkembang.

"Bila dibandingkan dahulu ketika saya belajar dari buku cocktail pada 1993 untuk membuat beberapa minuman. Sekarang bisa dipelajari dari berbagai hal, internet, majalah, pameran, di mana pun. Cocktail tidak pernah sebesar ini," kata Masso.

"Jelas sekarang jadi era keemasan lainnya dari cocktail. Memang sebelumnya sudah ada, seperti di era 80-90an itu sangat kuat, pun dengan menjelang milenium baru. Saat ini banyak spirit yang tersedia dan makin banyak orang yang membuat minuman dari berbagai bahan dengan sangat baik." jelasnya.