Berdasarkan pengamatan melalui satelit, GMT dapat disaksikan masyarakat Kota Palembang, Lubuklinggau, Rupit, Muarabeliti, Talang Ubi, Sekayu, Pangkalanbalai, dan Indralaya.
“Pada saat terjadi peristiwa GMT, diperkirakan cuaca di delapan wilayah Sumsel cukup mendukung untuk masyarakat di ruangan terbuka menyaksikan GMT,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumsel Indra Purnama, di Palembang, Kamis (3/3), seperti dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa kota yang dilintasi GMT yakni Palembang dengan durasi atau lama waktu berlangsungnya fenomena alam itu sekitar 1 menit 52 detik yang diperkirakan mulai terjadi pada Rabu (9/3) pagi sekitar pukul 06.20 WIB.
Kemudian Bangka 2 menit 8 detik pada pukul 06.20 WIB, Belitung 2:10 detik pukul 06.20 WIB, Sampit 2:08 detik pukul 06.23 WIB, Palangkaraya 2:29 detik pukul 06.23 WIB.
Balikpapan 1:09 detik pukul 07.25 WIB, Palu 2:04 detik pukul 07.27 WITA, Poso 2:40 detik pukul 07.28 WITA, Luwuk 2:50 detik pukul 07.30 WITA, Ternate 2:39 detik pukul 08.36 WIT, dan Halmahera 1:36 detik pukul 08.37 WIT.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatra Selatan Herlan Aspiudin menjelaskan, konsep wisata GMT yang disiapkan dan dipromosikan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata provinsi setempat cukup diminati wisatawan asing.
"Sekarang ini sejumlah hotel berbintang di Palembang telah menerima pesanan kamar dari warga asal 12 negara yang akan menyaksikan fenomena alam langka GMT dari atas Jembatan Ampera," ujar Herlan.
Berdasarkan data dari sejumlah hotel, ratusan orang asing dari 12 negara seperti Singapura, Malaysia, Prancis, Inggris, Jerman, Belgia, Belanda, dan Amerika Serikat bersama warga Palembang dan daerah lain akan menyaksikan GMT.
Untuk menyambut tamu asing itu, hotel-hotel di Bumi Sriwijaya ini telah melakukan berbagai persiapan sesuai dengan permintaan seperti menu makanan sesuai selera tamu masing-masing negara. (rdk)