Tren itu tidak hanya diadaptasi brand-brand alas kaki internasional, namun juga merasuk ke dalam negeri. Hal tersebut terbukti dari beberapa pilihan koleksi terbaru dari beberapa brand. Salah satunya lini sepatu wanita Jamine Elizabeth besutan Agie Purwa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak terbatas pada sepatu, oranye juga mampir di koleksi busana, termasuk busana muslim.
Sebut saja brand ETU besutan Restu Anggraini.
“Warna-warna yang dipakai untuk koleksi kali ini warna-warna gelap. Seperti beige, coklat, olive. Tone-tone hangat lah,” ungkapnya, saat ditemui di kesempatan berbeda.
Tak hanya lini busana untuk orang dewasa, busana untuk anak-anak besutan produk luar negeri pun mengusung tren warna serupa untuk koleksi terbarunya.
Koleksi sepatu oranye kemerahan dari panggung Perret Schaad di Berlin Fashion Week 2016. (Adam Berry/Getty Images) |
Sedangkan, dari segi model, rancangan bertema petualang pun tengah menjadi tren. Jasmine Elizabeth, contohnya, yang banyak menghadirkan koleksi gladiator.
“Lebih untuk wanita yang adventurous tapi masih stylish,” kata Agie.
Namun, berbeda dengan para desainer di atas, aktris cantik Luna Maya justru menilai tren warna busana saat ini akan mengusung tema pastel dengan gaya ala tahun 70-an, meski tidak menutup adanya nuansa oranye.
“Kalau warna itu yang kayak pastel-ish gitu yang jadi tren. Solnya juga yang tebal-tebal. Karena secara tren kita lagi back to 70’s. Secara referensi arahnya ke situ. Kayak sepatu oxford atau pantofel gitu tapi solnya tebal,” ungkapnya. (les/les)
Koleksi sepatu oranye kemerahan dari panggung Perret Schaad di Berlin Fashion Week 2016. (Adam Berry/Getty Images)