Gastronomi bermanfaat mengeratkan hubungan antarindividu sekaligus memperlihatkan gambaran Prancis di mata dunia sebagai negara pencinta kuliner.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak berpatok pada suatu waktu, kegiatan gastronomi biasa dilakukan masyarakat Prancis pada berbagai momen penting kehidupan, seperti pernikahan atau ulang tahun. Bahkan, menurut Corinne, momen penting seperti kegiatan kenegaraan pun berpusat pada makanan.
Pada saat gastronomi berlangsung, semua kerabat yang diundang akan berkumpul mengelilingi satu meja dan menghabiskan waktu selama berjam-jam untuk mempraktikkan seni makan yang benar. Mereka akan memulainya dengan merancang menu, kemudian membeli bahan-bahan, dan mencocokkan wine apa yang cocok untuk menu tersebut. Semua dilakukan bersama-sama.
Setelah semua hidangan siap, mereka akan menyajikan makanannya secara bertahap, yakni lima tahap. Dimulai dengan aperitif, kemudian makanan pembuka, lalu ikan atau daging dengan sayuran, dilanjutkan keju dan makanan penutup, baru diakhiri dengan minuman beralkohol.
Tahapan tersebut pun tidak dilakukan secara kontinyu. Pasalnya, dari makanan pertama ke makanan selanjutnya, masyarakat Prancis sengaja mengadakan jeda. Karena, menurut mereka hal seperti itu adalah seni makan yang benar. Sehingga nantinya kesehatan pun tidak akan terganggu oleh kegiatan makan-makan tersebut.
Di jeda tersebutlah mereka melakukan bincang-bincang hangat di antara satu sama lain.
“Satu sesi makan dengan lima tahap itu memakan waktu sampai dua jam,” jelas Corinne (sil/sil)