Dalam sebuah temuan temuan terkininya, WHO menemukan bahwa sebanyak 12,5 juta kematian di seluruh dunia per tahunnya terjadi karena kondisi lingkungan manusia. Stroke, serangan jantung, diare hingga kanker menjadi penyakit di urutan atas yang disebabkan oleh lingkungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masih menurut laporan dari WHO, penyakit yang berhubungan dengan lingkungan paling banyak terjadi di negara dengan penghasilan rendah dan menengah. Minimnya sumber daya penerapan peraturan untuk lingkungan sehat menjadi salah satu faktor yang diduga terjadi di negara-negara tersebut.
Wilayah yang tercatat memiliki paling banyak tingkat kematian adalah Asia Tenggara dan Kawasan Pasifik Barat dengan kematian mencapai 3,8 juta dan 3,5 juta jiwa. Di kedua kawasan tersebut, anak-anak dan orang tua rentan terhadap kondisi lingkungan yang buruk.
Meski begitu, negara kaya juga tak luput dari masalah lingkungan buruk. Di Amerika Serikat, hampir 850 ribu jiwa melayang karena permasalahan lingkungan seperti polusi udara dan air.
"Hal yang unik dari polusi udara adalah manusia tidak dapat lari atau bersembunyi darinya," kata professor University of British Columbia, Michael Brauer. "Namun semua mengetahui bahwa ketika kualitas udara membaik, maka semua pihak dapat memperoleh manfaat dari itu."
(meg)