Laut di depan Kapela Tuhan Meninu menjadi tujuan mereka. Sebuah perarakan yang mengusung patung bayi Yesus akan melintasi laut menuju Gereja Katedral di tengah kota Larantuka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada bagian dek kapal-kapal, terlihat tak hanya diduduki oleh peziarah pria, namun juga remaja wanita. Mereka terlihat sudah akrab dengan angin laut Larantuka.
Di bagian depan kapal-kapal peziarah itu, beberapa perahu motor milik Kementerian Perhubungan juga terlihat melakukan penjagaan. Kali ini, Kemenhub menurunkan tiga kapal Navigasi yaitu, Bimasakti dari Surabaya, Mina dari Kupang dan Mizan dari Benoa, sebagai armada untuk warga atau wisatwana yang ingin menyaksikan prosesi.
Peziarah di Laut Larantuka sedang bersiap untuk mengikuti prosesi laut mengantar Tuhan Meninu dalam peringatan Jumad Agung, Tri Hari Suci Paskah, Jumat, 25 Maret 2016. (CNN Indonesia/Megiza) |
"Mengingat terjadinya musibah tahun 2014, dari Kementerian menurunkan tiga kapal navigasi dan enam kapal Kesatuan Pengaman Laut dan Pantai," katanya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (25/3).
Prosesi antar Tuhan Meninu di laut ini telah menjadi upacara adat Tri Hari Suci Paskah yang hanya dilakukan di Larantuka. Arak-arakan patung bayi Yesus nantinya akan berhenti di Pantai Kuce. Setibanya di sana, patung akan langsung diarak ke gereja.
Di tempat berbeda, selang satu jam kemudian, perarakan dari Kapela Tuan Ma dan Kapela Tuan Ana akan membawa patung Mater Dolorasa (Tuhan Ma) dan patung Yesus (Tuhan Ana). Ketiganya kelak akan disemayamkan di Gereja Katedral.
(meg)
Peziarah di Laut Larantuka sedang bersiap untuk mengikuti prosesi laut mengantar Tuhan Meninu dalam peringatan Jumad Agung, Tri Hari Suci Paskah, Jumat, 25 Maret 2016. (CNN Indonesia/Megiza)