Kekeringan Gula yang Perlu Diketahui
Silvia Galikano | CNN Indonesia
Minggu, 27 Mar 2016 17:15 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Inilah pil pahit yang harus ditelan. Menurut pakar pertanian, dalam lima tahun terakhir, kita hidup di surga gula.
Dan kini, dengan iklim yang makin hangat seiring El Niño menghampiri India, Tiongkok, dan Thailand, dunia akan mengalami kekeringan gula sepanjang 2016 dan 2017, demikian dilansir Food and Wine.
Tanaman penghasil gula, dalam sejarah belakangan, telah dengan mudah memproduksi gula hingga melebihi kebutuhan. Akibatnya harga gula turun dan dunia semakin menyukai makanan/minuman manis.
Namun pada 2016 dan 2017, konsumsi gula akan melebihi produksi sebesar 5 juta metrik ton, menurut penelitian Green Pool yang dikutip Bloomberg.
Kesenjangan itu akan terus melebar, yakni hingga 19 persen sejak Januari. Sejauh ini sudah 10 persen. Kondisi tersebut akan berpengaruh negatif terhadap kesehatan tanaman secara umum.
Apa artinya bagi konsumen secara rata-rata? Bisa jadi, kita akan menghabiskan agak lebih lebih banyak gula pada tengah hari. Hendak mulai dari mana memutus rantai ini? (sil)
Tanaman penghasil gula, dalam sejarah belakangan, telah dengan mudah memproduksi gula hingga melebihi kebutuhan. Akibatnya harga gula turun dan dunia semakin menyukai makanan/minuman manis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesenjangan itu akan terus melebar, yakni hingga 19 persen sejak Januari. Sejauh ini sudah 10 persen. Kondisi tersebut akan berpengaruh negatif terhadap kesehatan tanaman secara umum.
Apa artinya bagi konsumen secara rata-rata? Bisa jadi, kita akan menghabiskan agak lebih lebih banyak gula pada tengah hari. Hendak mulai dari mana memutus rantai ini? (sil)